NAGOYA, SUDUTPANDANG.ID – Atlet para bulu tangkis Indonesia, Rina Marlina, tetap berjuang keras untuk mengejar prestasi di ajang Asian Para Games 2026 meski harus menahan rasa sakit.
Ia melakoni pertandingan hari kedua dengan balutan perban di kaki kanannya. Bantuan medis itu harus diberikan kepada Rina pascaterjatuh di salah satu pertandingan hari pertama.
Dalam situasi yang tak 100 persen, atlet klasifikasi SH6 itu tetap tampil gemilang. Ia kembali merasakan kemenangan, seperti halnya saat sapu bersih tiga nomor di hari pertama.
Dalam pertandingan hari kedua di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Sabtu (17/10/2026) siang, Rina mengawali hari dengan kemenangan bersama rekannya di ganda campuran SH6, Subhan. Mereka berhasil menundukkan pasangan Hongkong, Wong Key Choi/Man Kau Chu, 21-15 dan 21-13. Kemenangan ini sekaligus memastikan satu tempat di babak 8 besar.
Di nomor tunggal putri, Rina yang berada di grup B juga dipastikan lolos ke babak 8 besar setelah mengantongi kemenangan keduanya dengan mengalahkan Wu Yu-yen dari China Taipei, 21-13, 21-6.
“Hari ini bisa bermain dengan maksimal dan Alhamdulillah juga kami bisa lolos ke tahap berikutnya,” ujar Rina setelah pertandingan.
“Sebenarnya saya ada sakit di lutut tetapi mudah-mudahan aman buat kedepannya.
Kemarin saya jatuh saat lawan Thailand, lutut saya agak sakit. Dan saya main tiga nomor langsung ya, mungkin badannya kurang fit,” lanjut dia.
Peraih medali emas Asian Para Games 2022 ini menyebut bahwa persaingan di nomor ganda campuran kategori SH6 ketat, mengingat ada dua pasangan China yang juga turun di nomor ini.
“Persaingan sangat ketat, musuh terberat kami ada di China dan mereka juga ada dua pasang. Jadi kami tetap harus fokus harus jaga konsisten biar tetap prima dan komunikasinya terus berjalan,” kata dia.
Dalam kondisi cedera, Rina masih berambisi untuk mempertahankan gelar dengan meraih medali emas. Misinya juga membalas kekalahan di babak semifinal ajang Paralimpiade Paris 2024 dari pasangan China, Lin Naili/Li Fengmei.
“Saya ingin membalas kekalahan kami di Paralimpiade Paris. Insya Allah dengan adanya latihan yang cukup lama saya bisa membalas kekalahan itu dan bisa mempertahan gelar juara,” kata dia.
Selain bermain di nomor ganda campuran dan tunggal putri kategori SH6 , Lina juga turun di nomor ganda putri kategori SH 6.
“Untuk di double kami sudah lolos, sudah final di double putri. Kalau di single mungkin perebutan keluar grup. Yang pasti terus berdoa paling utama, saya minta restu ibu saya biar semua lancar,” tutup dia.
Masih Sesuai Prediksi
Beberapa atlet dari nomor dan kategori lainnya juga telah memastikan satu tempat di babak knock out.
Di tunggal putra klasifikasi SL3, ada Muhammad Ali Imran, tunggal putri SL4 ada Leani Ratri Oktila dan ganda putri SL3-SU5, Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah.
Di nomor ganda campuran SL3-SU5
ada Khalimatus Sadiyah/Fredy Setiawan, kemudian di nomor ganda campuran kategori SH6 ada Lina Marlina/Subhan serta di nomor ganda putri SH6 terpampang nama Rina Marlina/Apriliana Sulistyawati.
Koordinator pelatih para bulu tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, mengungkapkan bahwa situasi yang terjadi saat ini masih sesuai prediksi awal.
“Ya, hari kedua ini merupakan hari terakhir, atau mungkin ada yang menyisakan untuk pertandingan grup. Tetapi di nomor-nomor unggulan atau nomor-nomor yang merupakan andalan kami masih aman dan Insya Allah nanti masuk ke perempat final. Masih sesuai dengan prediksi,” kata Jarot saat diwawancarai.
Menurut Jarot, kekuatan tim di Asian Para Games tahun ini lebih merata dibandingkan gelaran sebelumnya di Hangzhou. Negara seperti China, India dan tuan rumah Jepang menjadi penantang terkuat.
“Tantangan utama saat ini datang dari kontingen China (nomor SH6) dan India (nomor ganda serta tunggal putra SL3). Tuan rumah masih unggul di kategori kursi roda kelas 2,” jelas dia.
Jarot menegaskan bahwa target 2 medali emas, 2 perak dan 6 perunggu sangat mungkin untuk terpenuhi.
“Untuk target tetap kami amankan,” tutup dia.
Pertandingan lanjutan cabang olahraga para bulu tangkis rencananya akan kembali digelar pada Senin (19/10/2026), karena pada Minggu (18/10/2026), difokuskan untuk upacara pembukaan Asian Para Games 2026. (AGF/09).



