JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Aktris berbakat Taskya Namya kembali menunjukkan totalitas aktingnya di layar lebar. Melalui film horor terbaru berjudul Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, aktris berusia 32 tahun ini mengaku harus menghadapi tantangan yang sangat emosional dan berat saat melakoni adegan pemerkosaan.
Berperan sebagai karakter bernama Marni, Taskya bahkan tidak kuasa menahan air matanya dan menangis tanpa henti. Ia mengaku benar-benar mendalami serta merasakan kondisi memprihatinkan yang dialami oleh karakter yang diperankannya tersebut.
“Ada adegan pemerkosaan, jujur aku menjalankannya berat banget. Aku sampai nangis,” ungkap Taskya Namya.
Pengalaman emosional ini menjadi salah satu pembuktian dedikasi Taskya dalam menghidupkan karakter Marni secara maksimal. Adegan kekerasan seksual tersebut juga menjadi elemen penting dalam alur cerita, yang dirancang untuk membawa penonton menyelami sisi gelap dari keputusan manusia serta konsekuensi besar yang mengikutinya.
Film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih diproduksi oleh MIKA Entertainment dan dijadwalkan akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 5 November 2026. Selain menyajikan teror horor yang mencekam, film ini berfokus mengeksplorasi mitos lokal masyarakat Jawa yang selama ini masih jarang diangkat ke layar lebar.
Produser film, M Zakir Rasyidin, mengungkapkan bahwa penggarapan film ini berawal dari keinginan kuat tim produksi untuk menggali kekayaan budaya Nusantara.
Untuk memastikan keotentikannya, tim produksi bahkan melakukan riset lapangan secara mendalam selama lebih dari tiga bulan demi menelusuri kisah dan ritual mistis yang berkaitan dengan “Rambut Sewu”.
“Kita melihat banyak sekali mitos-mitos lokal, terutama di Jawa, yang harusnya kita angkat. Kami mencoba mencari tahu, ternyata kita menemukan ritual bernama Rambut Sewu. Kita riset lebih tiga bulan, kita menemukan banyak cerita di lapangan dan akhirnya kita buatkan filmnya,” jelas Zakir.
Menurut Zakir, sebuah film horor berkualitas tidak hanya mengandalkan elemen kejutan (jump scare) atau suasana seram semata. Memasukkan unsur kebudayaan serta pesan moral yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun cerita yang kuat.
Di balik kengerian dan teror mistis yang menjadi daya tarik utamanya, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih ternyata menyelipkan pesan filosofis yang mendalam mengenai tanggung jawab moral.
Zakir mengingatkan agar penonton dapat memetik pelajaran penting bahwa setiap keputusan yang diambil dalam hidup pasti memiliki konsekuensinya masing-masing. Terlebih lagi, jika seseorang nekat menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi hingga bersekutu dengan kekuatan gelap.
“Makna filosofinya, setiap langkah yang kita ambil dan ketika itu salah, ada konsekuensi. Kita harus memikirkan sebelum mengambil keputusan. Ketika keputusan itu berakibat fatal, kita tidak bisa kembali lagi. Kita harus tahu, kalau bersekutu dengan yang kayak gitu pasti ada konsekuensi,” pungkasnya.(04)











