Wamendagri Dorong Pemuda Jadi Pemimpin Berintegritas

Wamendagri
Wamendagri Ahmad Wiyagus menyampaikan keynote speech dalam Indonesia Youth Summit 2026 di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (30/10/2026). (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ahmad Wiyagus mendorong generasi muda Indonesia mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Menurut Wiyagus, pemuda tidak cukup hanya memiliki kemampuan kepemimpinan, tetapi juga harus menjunjung tinggi persatuan, memperkuat literasi, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Wiyagus saat memberikan keynote speech bertajuk From Youth Camp to National Leadership Pipeline dalam rangkaian Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus mengaitkan semangat kepemimpinan generasi muda saat ini dengan sejarah Kongres Pemuda dan lahirnya Sumpah Pemuda. Menurutnya, terdapat kesamaan semangat antara pemuda masa lalu yang berkumpul memperjuangkan persatuan dan generasi muda sekarang yang mengikuti pelatihan kepemimpinan melalui Wirasena Youth Camp.

Jika dahulu Kongres Pemuda menjadi ruang untuk menyatukan tekad kebangsaan, kini kegiatan pelatihan kepemimpinan harus menjadi wadah untuk membentuk calon pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman.

Namun, Wiyagus mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa penjajahan. Ancaman terhadap bangsa tidak selalu hadir dalam bentuk yang terlihat, tetapi juga melalui berbagai persoalan yang berkembang di tengah perubahan global.

BACA JUGA  Antusiasme Warga Menguatkan TMMD ke-129, Pembangunan Drainase Kian Cepat

Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah derasnya arus informasi digital. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya literasi agar generasi muda mampu memilah informasi, berpikir kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

Wiyagus juga mengingatkan bahwa integritas harus menjadi prinsip utama dalam membangun kepemimpinan. Menurutnya, kemampuan intelektual dan keterampilan saja tidak cukup apabila tidak disertai komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Ia kemudian menghubungkan peran generasi muda dengan Pembukaan UUD 1945 yang memuat cita-cita kemerdekaan, termasuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum.

Wiyagus menyebut cita-cita tersebut sebagai kontrak negara dengan rakyat yang harus terus diwujudkan melalui kebijakan dan kerja nyata.

Dalam konteks itu, ia turut menyinggung Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2022 serta delapan misi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden sebagai arah pembangunan nasional yang membutuhkan kontribusi generasi muda.

Dari sisi pemerintahan, Wiyagus menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memiliki peran dalam pembinaan dan pengawasan umum penyelenggaraan kepemudaan secara nasional.

BACA JUGA  Penumpang Terpapar Corona, Penerbangan Batik Air Jakarta-Pontianak Ditutup Sementara

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi Kemendagri dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memperkuat pembangunan kepemudaan, olahraga, serta tata kelola pemerintahan.

Menurut Wiyagus, kolaborasi tersebut perlu diperkuat hingga tingkat pemerintah daerah. Ia mendorong penerapan tata kelola pemerintahan kolaboratif atau collaborative governance agar organisasi kepemudaan memiliki ruang lebih luas untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Melalui pendekatan tersebut, pemuda diharapkan tidak berhenti pada penyampaian gagasan dan wacana. Aspirasi mereka harus dapat diterjemahkan menjadi program serta solusi konkret yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu langkah yang didorong adalah memperkuat keterlibatan organisasi kepemudaan dalam proses perencanaan pembangunan. Alumni pelatihan kepemimpinan, termasuk peserta Wirasena Youth Camp, diharapkan memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

Forum tersebut menjadi ruang pertemuan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan kelompok rentan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus merumuskan prioritas pembangunan di tingkat nasional maupun daerah.

Wiyagus menilai keterlibatan pemuda dalam musrenbang penting agar gagasan dan perspektif generasi muda turut menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan pemerintah.

Selain mendorong partisipasi, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Soliditas antargenerasi dan antarkelompok masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas.

BACA JUGA  Adhyaksa Award 2025: Asep Nana Mulyana Apresiasi 21 Nominator

Ia menegaskan, pemuda bukan sekadar kelompok penerus bangsa, melainkan mitra strategis pemerintah sekaligus penggerak partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Menurutnya, bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan untuk melahirkan generasi pemimpin berkualitas. Potensi jumlah penduduk usia produktif perlu diikuti peningkatan kapasitas, karakter, dan tanggung jawab kebangsaan agar memberikan manfaat nyata bagi masa depan Indonesia.

“Kita harus punya mimpi ke depan,” kata Wiyagus.

Ia berharap semangat dan keterlibatan generasi muda dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mewujudkan Indonesia Emas serta menghadirkan masyarakat yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia.(AGF/04)