Erick Thohir dan Menaker Sepakati Sinergi Perluasan Kerja Pemuda

Erick Thohir
Erick Thohir dan Menaker Sepakati Sinergi Perluasan Kerja Pemuda (Foto: SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kolaborasi untuk memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. Kerja sama ini mencakup peningkatan keterampilan, pelatihan vokasi, program magang, hingga pemanfaatan data ketenagakerjaan.  Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam rangkaian Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Gedung Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026) malam.

Kerja sama ini diarahkan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan yang dihadapi anak muda, terutama dalam memperoleh akses terhadap informasi pekerjaan, pelatihan yang relevan, dan kesempatan mengembangkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

Menaker Yassierli menjelaskan, nota kesepahaman tersebut mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), fasilitasi peningkatan kompetensi tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, pertukaran dan pemanfaatan data informasi, serta penggunaan sarana dan prasarana secara bersama.

Menurut Yassierli, sinergi kedua kementerian menjadi penting karena sebagian besar dari sekitar 155 juta angkatan kerja Indonesia berasal dari kalangan pemuda.

BACA JUGA  Riset Tentang Penyuluhan WA Group, Wartawati LKBN ANTARA Indriani Lulus Ujian Doktor di IPB University

“Artinya sudah seharusnya program kerja Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga bersinergi,” ujar Yassierli dalam sambutannya.

Ia menegaskan, kolaborasi tersebut sejalan dengan amanat Pasal 27 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengenai hak warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

Yassierli menilai, pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pemerintah perlu memastikan generasi muda mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh akses yang lebih luas ke dunia kerja.

“Apalagi pemuda adalah calon pemimpin bangsa. Harapan dan mimpi mereka ini harus kita wujudkan,” katanya.

Dalam mendukung tujuan tersebut, Kemnaker memiliki sejumlah program strategis, antara lain program pemagangan untuk mempercepat penyiapan tenaga kerja, pelatihan vokasi untuk meningkatkan keterampilan, serta program ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas.

Yassierli berharap, keterlibatan Kemenpora beserta jejaring kepemudaannya dapat memperluas jangkauan program-program tersebut. Dengan demikian, semakin banyak anak muda yang berkesempatan memperoleh keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

BACA JUGA  Asian Para Games 2026: Indonesia Turunkan 103 Atlet, Erick Thohir Patok Target 7 Emas

“Kami dengan senang hati akan menerima kolaborasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta semua jejaringnya. Mimpi kita ingin bangsa ini kuat, talenta-talenta unggul hadir, pemuda-pemuda harapan bangsa memiliki skill, produktivitas yang tinggi,” tuturnya.

Ia berharap, penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi momentum untuk mempercepat pelaksanaan program lintas kementerian, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda yang sedang mempersiapkan masa depan karier mereka.

Sementara itu, Menpora Erick Thohir mengatakan, Kemenpora terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk memaksimalkan pelayanan kepemudaan. Salah satu fokusnya adalah membantu anak muda memperoleh akses terhadap peluang kerja dan informasi pemagangan.

Menurut Erick, persoalan kesempatan kerja masih menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui kolaborasi antar lembaga. Kemenpora, kata dia, ingin memastikan jejaring kepemudaan dapat terhubung dengan program-program yang tersedia di Kemnaker.

“Kami bersinergi. Insyaallah anak-anak muda yang sedang mencari informasi magang akan dimudahkan dengan adanya MoU ini,” ujar Erick.

BACA JUGA  Prabowo Serahkan Bonus Atlet Emas Asian Games 2026 hingga Rp 3 Miliar

Melalui kerja sama tersebut, kedua kementerian diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara program kepemudaan dan kebijakan ketenagakerjaan. Akses informasi magang, peningkatan keterampilan, serta perluasan kesempatan kerja menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan generasi muda menghadapi persaingan dunia kerja.

Implementasi kerja sama ini selanjutnya menjadi hal penting untuk memastikan nota kesepahaman tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi berlanjut menjadi program konkret yang dapat diakses dan memberikan manfaat bagi anak muda di berbagai daerah. (AGF/04)