JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menambah konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana rute pelayaran South China Indonesia Service milik Gold Star Line di Terminal Operasi 3 Internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Layanan tersebut resmi beroperasi dengan sandarnya kapal MV AS Carolina dalam pelayaran perdana (maiden voyage) pada Senin (8/6/2026) pukul 21.30 WIB.
Siaran pers IPC TPK, Kamis (11/6/2026) menyebutkan, South China Indonesia Service menghubungkan sejumlah pelabuhan utama di kawasan Tiongkok Selatan, yakni Yantian, Xiamen, dan Nansha, dengan Jakarta dan Surabaya sebagai pusat distribusi di Indonesia.
Plt Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, mengatakan, kehadiran layanan baru tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan logistik intra-Asia yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas perdagangan regional.
“Kami terus memastikan kesiapan infrastruktur, fasilitas terminal, serta keandalan layanan operasional guna menghadirkan pelayanan yang efisien, aman, dan tepat waktu bagi perusahaan pelayaran global maupun pengguna jasa,” kata Yanuar dalam keterangannya.
MV AS Carolina merupakan kapal petikemas berbendera Portugal dengan panjang keseluruhan (length overall/LOA) 222 meter dan lebar (beam) 30 meter. Pada pelayanan perdananya di IPC TPK, kapal tersebut mencatatkan aktivitas bongkar muat sebanyak 1.209 boks peti kemas.
Perluas Akses ke Kawasan Industri Tiongkok Selatan
Kehadiran South China Indonesia Service dinilai memperluas konektivitas langsung Indonesia dengan kawasan industri utama di Tiongkok Selatan yang selama ini menjadi salah satu pusat manufaktur dunia.
Layanan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif distribusi yang lebih kompetitif sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok bagi pelaku usaha nasional.
Sebelumnya, IPC TPK juga telah melayani rute South China Java X-Press (SCJX) yang dioperasikan X-Press Feeders dan terhubung dengan sejumlah pelabuhan di Tiongkok Selatan. Bertambahnya layanan baru ini mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan serta kebutuhan konektivitas logistik antara Indonesia dan Tiongkok yang terus meningkat.
IPC TPK optimistis dapat mengakomodasi pertumbuhan arus perdagangan bilateral kedua negara melalui dukungan operasional selama 24 jam setiap hari dan penguatan digitalisasi layanan kepelabuhanan.
“Kami berharap layanan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi kelancaran arus barang, penguatan perdagangan kedua negara, serta peningkatan daya saing logistik nasional,” harap Yanuar.(PR/08)










