Timnas U18 Bidik Tiket FIBA Asia Cup

Timnas U18 Bidik Tiket FIBA Asia Cup
Timnas Basket U18 Putra saat latihan untuk hadapi FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 di Krabi, Thailand. (Foto: PERBASI). (Foto: ist/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Timnas Basket U18 Putra Indonesia resmi bertolak ke Krabi, Thailand, untuk mengikuti FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026.

Turnamen yang berlangsung pada 10-14 Juni 2026 itu menjadi ajang penting bagi skuad muda Merah Putih dalam upaya mengamankan tiket menuju FIBA U18 Asia Cup 2026.

Indonesia datang dengan target besar. Selain berupaya lolos dari fase grup, tim asuhan pelatih Ismael juga membidik satu dari dua tiket yang tersedia menuju putaran final FIBA U18 Asia Cup.

Untuk mewujudkan target tersebut, Indonesia harus mampu tampil konsisten sejak pertandingan pertama.

Pada ajang kualifikasi tingkat Asia Tenggara ini, Indonesia tergabung di Grup B bersama Malaysia dan Laos. Sementara Grup A dihuni Filipina, Thailand, Singapura, dan Vietnam.

Perjalanan Timnas Basket U18 Putra akan dimulai dengan menghadapi Laos pada 11 Juni 2026.

Sehari berselang, Indonesia dijadwalkan berhadapan dengan Malaysia dalam laga yang diprediksi menjadi penentu posisi klasemen grup.

Sesuai regulasi kompetisi, dua tim terbaik dari masing-masing grup akan melaju ke babak semifinal.

Karena itu, finis di posisi dua besar menjadi target awal yang harus dicapai skuad Garuda Muda untuk menjaga peluang lolos ke putaran final Asia.

Pelatih Timnas Basket U18 Putra, Ismael, menegaskan seluruh pemain dalam kondisi siap tempur dan memiliki motivasi tinggi menghadapi persaingan di Thailand.

BACA JUGA  HUT 96 PSSI: Momentum Persatuan dan Target Piala Dunia 2030

“Kami telah siap bersaing di Thailand,” ujar Ismael sebelum keberangkatan tim.

Menurut dia, persiapan yang dilakukan selama beberapa pekan terakhir telah memberikan gambaran mengenai kekuatan dan karakter permainan yang akan diterapkan tim di ajang kualifikasi tersebut.

Pemusatan latihan yang dijalani para pemain juga difokuskan pada peningkatan kerja sama tim, transisi permainan, serta kemampuan bertahan dan menyerang.

Indonesia membawa 12 pemain terbaik hasil seleksi dan evaluasi panjang selama masa persiapan.

Pemilihan skuad dilakukan berdasarkan kebutuhan strategi dan karakter permainan yang ingin diterapkan tim pelatih.

“12 pemain ini sesuai dengan karakter permainan yang kami butuhkan. Karakternya yang kita pilih setelah evaluasi dari beberapa kali scrimmage,” jelas Ismael.

Beberapa pemain yang dibawa ke Thailand memiliki pengalaman tampil di level internasional.

Tiga di antaranya adalah Steven Sebastian, Muhammad Fakhrizal Firdaus, dan Miracle Christiano yang sebelumnya memperkuat Indonesia pada FIBA U16 Asia Cup 2025 di Mongolia.

Pengalaman internasional tersebut diharapkan menjadi modal berharga untuk membantu tim menghadapi tekanan pertandingan dan menjaga stabilitas permainan ketika menghadapi lawan-lawan kuat di kawasan Asia Tenggara.

Selama menjalani pemusatan latihan, Timnas Basket U18 Putra melakoni empat pertandingan uji coba untuk mengukur kesiapan tim sekaligus mematangkan strategi permainan.

Uji coba pertama berlangsung pada 22 Mei 2026 melawan Tim Pelatda DKI Jakarta di GOR Grogol.

BACA JUGA  Timnas Basket U18 Kerucutkan 15 Pemain untuk SEABA Qualifiers

Dalam pertandingan tersebut, Timnas U18 berhasil meraih kemenangan dengan skor 80-67.

Hasil positif kembali diraih saat menghadapi tim basket Universitas Cenderawasih pada 30 Mei 2026 di GOR Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) Kuningan, Jakarta Selatan. Pada laga itu, Indonesia menang meyakinkan dengan skor 93-60.

Namun pada dua laga uji coba berikutnya, Timnas U18 harus menerima kekalahan tipis. Saat menghadapi Dewa United Academy di Dewa United Arena pada 2 Juni 2026, Indonesia kalah dengan skor 62-64.

Kemudian pada laga penutup melawan Perbanas di GMSB Kuningan sehari berselang, skuad Merah Putih kembali kalah tipis dengan skor 77-78.

Meski demikian, hasil uji coba tersebut dinilai memberikan banyak pelajaran bagi tim pelatih untuk memperbaiki berbagai aspek permainan sebelum tampil di Thailand.

Ismael mengungkapkan pihaknya telah melakukan analisis terhadap sejumlah calon lawan yang berpotensi menjadi pesaing utama Indonesia dalam perebutan tiket menuju FIBA U18 Asia Cup 2026.

Menurutnya, tim pelatih telah mempelajari permainan beberapa negara kuat seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina melalui berbagai sumber yang tersedia.

Analisis tersebut menjadi bagian penting dalam menyusun strategi menghadapi pertandingan.

“Di Thailand nanti, kami sudah melihat dari berbagai sumber yang kami miliki terkait kekuatan tim seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Kami yakin bisa lolos ke FIBA U18 Asia Cup,” tegas Ismael.

BACA JUGA  PERBASI Tegaskan Tak Ada Rekomendasi JBI, Waspada Penipuan

Optimisme tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia yang tengah berupaya membangun kembali kekuatan basket usia muda.

Keikutsertaan dalam ajang internasional tidak hanya menjadi sarana mengejar prestasi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk melahirkan pemain-pemain masa depan tim nasional senior.

FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 menjadi panggung bagi para pemain muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara kuat di kawasan Asia Tenggara.

Perjuangan Timnas Basket U18 Putra di Krabi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Bank Mandiri, Pertamina, Stayhoops, Mills, Crystalin, Bakrie Kalila Investment, dan Molten.

Dukungan tersebut diharapkan mampu menambah semangat para pemain dalam mewujudkan target lolos ke FIBA U18 Asia Cup 2026 dan mengharumkan nama Indonesia di pentas basket internasional. (09/AGF).