Corona, Corotik dan Coronis

CORTUNIS :
Corona bernuansa Oportunis. Seiring terbitnya Perpu No.1/2020 dan kondisi wabah pandemi Covid-19 ini, lagi-lagi ada akrobatik secara oportunis. Dari dana APBN sebesar Rp405,1 Triliun untuk atasi masalah Covid-19 ini terselip kegiatan penanggulangan penggangguran yang disingkronkan dengan merealisasikan program Kartu Prakerja yang diatur dalam Perpres No.36 tahun 2020 tentang pengembangan potensi kerja melalui program Kartu Prakerja.

Dana yang dianggarakan sekitar Rp5,6 Triliun untuk jutaan orang yang belum bekerja. Kepada mereka diberikan bantuan Rp1 juta/orang yang mereka terima di rekening virtual dan tidak bisa diuangkan. Ditambah insentif Rp600 ribu untuk 4 bulan dan Rp. 150.000,- untuk pengisian survey sehingga total Rp3.550.000,-. Mereka akan dididik melalui program khusus tentang teknis tutorial pekerjaan untuk berbagai bidang yang disukainya.

BACA JUGA  Kurnianto Purnama : Pelajaran Hukum dari Kasus Guru Supriyani

Menurut pengamat tutorial semacam itu sangat sering ditonton orang di media youtube secara gratis. Bedanya adalah peserta kursus Prakerja mungkin akan mendapat sertifikat. Calon peserta yang berminat ikut kursus akan dipotong langsung dana virtualnya sebesar nilai program yang dia minati.

Akrobatik yang menarik adalah eksistensi Adamas Belva Syah Devara selaku CEO “Ruang Guru” yang merangkap Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi, merasa tidak adanya “conflict of interest” dalam menjalankan pekerjaan yang bersamaan sebagai mitra kerja program Kartu Prakerja Presiden. Penunjukan startup “Ruang Guru” telah dilakukan tahun 2019 oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja tanpa tender sebagaimana yang diatur dalam Perpres No.16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

BACA JUGA  Firli Bahuri Cs Dilaporkan ke Ombudsman, OC Kaligis: Pandai vs Pandir

Ironisnya lagi, total anggaran untuk Kartu Prakerja akan dihabiskan mencapai Rp20 Triliun. Atas sorotan publik terhadap kondisi tersebut, akhirnya Belva Devara mundur diri dari Staf Khusus Milenial tanggal 17 April 2020 tetapi tetap bekerja sebagai mitra kerja program Kartu Prakerja.

Tidak hanya itu, masih ada lagi Staf Khusus Milenial Presiden lainnya yang mundur diri, yaitu Andi Taufan Garuda Putra. Kali ini, terkait dengan penggunaan surat berlogo Sekretaris Kabinet oleh Andi Taufan tertanggal 1 April 2020 yang ditujukan kepada Camat seluruh Indonesia agar mendukung petugas lapangan dari PT.Amarta Mikro Fintek khususnya dalam hal turut memberi edukasi kepada masyarakat di desa yang terkait Covid-19 untuk wilayah Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Andi Taufan juga mundur tanggal 17 April 2020 sebagai Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi.

Tinggalkan Balasan