LUMAJANG, SUDUTPANDANG.ID – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., meninjau langsung rumah-rumah warga yang digunakan sebagai tempat tinggal sementara personel Satgas TMMD di Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Selasa (28/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel memperoleh tempat tinggal yang aman, nyaman, serta diterima dengan baik oleh masyarakat selama menjalankan tugas pengabdian.
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Satgas TMMD dalam menjaga kesejahteraan personel sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara prajurit TNI dan masyarakat desa. Selama pelaksanaan TMMD, personel Satgas memang tinggal bersama warga sebagai bentuk pendekatan sosial yang telah menjadi ciri khas program TNI Manunggal Membangun Desa.
Selain memeriksa kondisi rumah yang ditempati prajurit, Dansatgas juga berdialog secara langsung dengan pemilik rumah dan personel Satgas. Melalui komunikasi tersebut, ia ingin memastikan tidak ada kendala selama proses tinggal bersama warga serta hubungan kekeluargaan tetap terjalin dengan baik.
Dalam kesempatan itu, Letkol Arh Anton Subhandi menegaskan bahwa kenyamanan personel selama berada di lokasi penugasan merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan seluruh program TMMD.
Menurutnya, prajurit yang memperoleh tempat tinggal layak dan suasana yang kondusif akan mampu menjalankan tugas dengan lebih fokus, sehingga pekerjaan pembangunan fisik maupun kegiatan nonfisik dapat diselesaikan secara maksimal sesuai target yang telah ditetapkan.
“Kami ingin memastikan seluruh personel merasa aman dan nyaman selama bertugas, begitu pula masyarakat sebagai tuan rumah. Hubungan yang harmonis dan saling menghormati akan semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sehingga seluruh rangkaian kegiatan TMMD dapat berjalan dengan lancar,” ujar Letkol Anton.
Ia menambahkan bahwa program TMMD bukan hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur di desa, tetapi juga bertujuan membangun hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.
Oleh karena itu, interaksi yang terjalin selama personel tinggal di rumah warga menjadi bagian penting dalam memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong.
Selama kunjungan berlangsung, Dansatgas menyempatkan diri mendengarkan berbagai masukan dari masyarakat mengenai pelaksanaan TMMD.
Ia juga memberikan apresiasi kepada warga Desa Ledok Tempuro yang telah menerima kehadiran personel Satgas dengan penuh keramahan dan rasa kekeluargaan.
Menurutnya, sambutan hangat masyarakat menjadi energi positif bagi seluruh personel dalam melaksanakan berbagai sasaran pembangunan yang telah diprogramkan.
Dukungan tersebut menunjukkan tingginya semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.
Keberadaan personel Satgas yang tinggal bersama warga juga dinilai memberikan manfaat sosial yang besar. Interaksi sehari-hari menciptakan komunikasi yang lebih intensif, sehingga terbangun rasa saling percaya, saling menghargai, dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Selain mempererat hubungan kekeluargaan, kebersamaan tersebut juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan.
Warga dapat mengenal lebih dekat kehidupan prajurit TNI, sementara personel Satgas memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan.
Program tinggal bersama warga telah menjadi salah satu ciri khas pelaksanaan TMMD di berbagai daerah. Melalui pola tersebut, prajurit tidak hanya hadir sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Kedekatan yang terjalin diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai sasaran fisik, seperti pembangunan infrastruktur desa, maupun sasaran nonfisik berupa penyuluhan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Dansatgas menilai bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari terciptanya hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat.
Nilai-nilai kebersamaan itulah yang menjadi fondasi utama dalam mendukung pembangunan nasional dari tingkat desa.
Selama pelaksanaan TMMD ke-129, personel Satgas terus berbaur dengan masyarakat dalam berbagai aktivitas, mulai dari bekerja bersama di lokasi pembangunan hingga berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat rasa persaudaraan sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam menyukseskan program TMMD.
Program TMMD sendiri merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Selain membangun sarana dan prasarana, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan.
Melalui peninjauan langsung ke rumah-rumah warga, Dansatgas memastikan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan kondisi yang optimal. Perhatian terhadap kesejahteraan prajurit tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga semangat pengabdian selama pelaksanaan TMMD.
Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antara personel Satgas dan masyarakat Desa Ledok Tempuro, TMMD ke-129 Kodim 0821/Lumajang diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Semangat tersebut sejalan dengan tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, yang menegaskan bahwa pembangunan desa akan semakin berhasil apabila didukung sinergi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. (ACZ/09).










