Dewi Ayu Gembirowati Gaungkan 4 Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur

Dewi Ayu Gembirowati Gaungkan 4 Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur
Penggagas 4 Pilar Gerakan Desa, Dewi Ayu Gembirowati (kelima dari kiri) bersama para undangan saat peresmian 4 Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Desa Bumi Jawa, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Sabtu (10/10/2026).(Foto: istimewa)

LAMPUNG TIMUR, SUDUTPANDANG.ID – Dewi Ayu Gembirowati menggaungkan gagasan 4 Pilar Gerakan Desa dalam kegiatan di Soekarno Centre, Desa Bumi Jawa, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Sabtu (10/10/2026).

Gagasan putri Proklamator RI tersebut mencakup pelestarian sejarah Bung Karno, pendidikan kebangsaan, penguatan ekonomi masyarakat, serta sinergi pembangunan desa dan kelurahan.

Empat pilar itu terdiri atas Rumahku Istanaku-Soekarno Centre, Museum dan Galeri Bung Karno, Bank Central Soekarno, serta Wadah Tunggal 83.755 Desa dan Kelurahan NKRI.

Presiden RI Prabowo Subianto yang sebelumnya direncanakan hadir dilaporkan berhalangan datang ke kabupaten berjuluk “Bumei Tuwah Bepadan”.

Perwakilan pemerintah yang hadir antara lain Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Andi Wijaya serta Kepala Bidang Ketransmigrasian Provinsi Lampung Hayudian Utomo.

BACA JUGA  Surati Megawati, OC Kaligis Ingatkan Perjuangan Bung Karno di Sukamiskin

Hadir pula Ketua Umum Forum Aliansi Persaudaraan Indonesia-Iran Buya Hasan bersama Sekretaris Jenderal Jalaludin.

Empat Pilar Gerakan Desa

Berdasarkan materi pengenalan program, Rumahku Istanaku–Soekarno Centre diarahkan menjadi ruang kajian kebangsaan, sejarah perjuangan, dan pendidikan nilai-nilai Pancasila.

Sementara itu, Museum dan Galeri Bung Karno diperkenalkan sebagai sarana edukasi sejarah dan pelestarian warisan perjuangan Presiden pertama RI tersebut.

Pilar ketiga, Bank Central Soekarno, membawa gagasan penguatan kelembagaan ekonomi dan koperasi di tingkat desa serta kelurahan.

Adapun status kelembagaan, perizinan, sumber pendanaan, dan mekanisme operasionalnya masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak penyelenggara.

Pilar keempat, Wadah Tunggal 83.755 Desa dan Kelurahan NKRI, diproyeksikan menjadi sarana komunikasi, konsolidasi, dan koordinasi pembangunan desa serta kelurahan secara nasional.

BACA JUGA  Lapas Narkotika-Disdikpora Bangli-Yayasan Tabur Tuai Jalin PKS

Melalui keempat pilar tersebut, Dewi Ayu Gembirowati memperkenalkan pendekatan pembangunan desa yang menghubungkan pendidikan kebangsaan dan pelestarian sejarah dengan penguatan ekonomi masyarakat. Pelaksanaannya diarahkan untuk mendorong keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha.

Pengembangan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Dewi Ayu Gembirowati Gaungkan 4 Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur
Penggagas 4 Pilar Gerakan Desa, Dewi Ayu Gembirowati berfoto bersama dengan semua tamu undangan di Soekarno Centre, Lampung Timur, Sabtu (10/10/2026). (Foto: istimewa)

Dalam kegiatan itu, Andi Wijaya menyoroti pengembangan potensi lokal sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan transmigrasi.

Menurut Andi, pengembangan kawasan transmigrasi diarahkan untuk membentuk pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui diversifikasi usaha, pengolahan hasil produksi, dan industrialisasi berbasis masyarakat.

Semua yang hadir sepakat bahwa pengolahan hasil produksi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah. Langkah tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha dan memperluas kegiatan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA  10 Tahun Menjanda Della Puspita Resmi Menikah dengan Arman Wosi

Kegiatan peresmian diakhiri dengan kunjungan para tamu undangan ke Museum Soekarno Centre untuk melihat koleksi yang ditampilkan.(FN/01)