PASURUAN-JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Guru SMP Negeri 4 Pasuruan memperkuat kompetensi digital melalui kegiatan Diseminasi Optimalisasi Peralatan Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026 dengan praktik langsung menggunakan Learning Management System (LMS), Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.20-12.30 WIB tersebut digelar di Laboratorium Komputer 1 SMP Negeri 4 Pasuruan. Guru mata pelajaran IPA, Khusnul Kholila, S.Pd., hadir sebagai narasumber sekaligus pendamping kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, para guru tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai optimalisasi peralatan digitalisasi pembelajaran, tetapi juga mengikuti pendampingan secara langsung untuk menyelesaikan materi pada LMS.
Peserta dipandu mengakses dan mengerjakan LMS yang terdiri atas 10 materi pembelajaran. Setiap materi menjadi bagian dari rangkaian penguatan kompetensi digital sehingga peserta dapat belajar secara bertahap sekaligus mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh.
Pendampingan dilakukan secara langsung agar peserta memahami alur pembelajaran digital, mulai dari mengakses materi, mengikuti aktivitas yang tersedia, hingga menyelesaikan tugas dan evaluasi pada setiap materi.
Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi memberikan pengalaman belajar digital yang dapat langsung diterapkan guru dalam proses pembelajaran.
Selain praktik LMS, peserta juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan perangkat digital yang tersedia di sekolah. Pemanfaatan perangkat diharapkan tidak sekadar mendukung penyampaian materi, tetapi juga menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada murid.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang berbagi praktik baik antarguru. Melalui proses diseminasi dan pengimbasan, kompetensi yang diperoleh dapat diteruskan kepada guru lainnya sehingga pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah semakin merata.
Melalui Diseminasi Optimalisasi Peralatan Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026, SMP Negeri 4 Pasuruan terus memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis digital.
Guru tidak hanya dituntut mampu mengoperasikan perangkat, tetapi juga mengintegrasikan teknologi secara tepat dalam pembelajaran agar memberikan dampak positif terhadap pengalaman dan hasil belajar murid.
Dari perangkat digital menuju pembelajaran yang lebih bermakna. Dari belajar bersama, tumbuh bersama.(ACZ)










