JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID –Menjelang Hari Raya IdulFitri, program mudik gratis selalu jadi buruan masyarakat. Berbagai pihak turut menggelar program ini, mulai dari instansi pemerintah hingga perusahaan swasta dan produsen kendaraan.
Namun, meskipun terlihat antusiasme tinggi saat pendaftaran dibuka, realita di hari keberangkatan justru sering berbeda.
Sebuah unggahan viral di media sosial menyoroti fenomena tersebut. Dalam cerita yang dibagikan oleh akun arofi_basayev di platform Threads, disebutkan bahwa meski saat pendaftaran peminat membludak, nyatanya bus mudik gratis hanya terisi lima orang saat keberangkatan.
“Fenomena bus mudik gratis, daftarnya sampai enggak kebagian, pas pemberangkatan isinya cuma lima orang,” tulisnya dalam unggahan pada (1/4/2025).
Masalah ini diperkirakan terjadi karena sebagian masyarakat hanya mengejar fasilitas tambahan seperti bingkisan dan uang saku yang kerap diberikan dalam program mudik gratis, bukan niat sungguh-sungguh untuk pulang kampung menggunakan armada yang disediakan.
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, turut memberikan pandangannya. Ia menjelaskan bahwa dinamika seperti ini sudah sering terjadi jika sistem pendaftaran tidak tertata rapi.
“Biasanya masyarakat mendaftar ke semua penyelenggara program mudik gratis. Tapi ketika hari keberangkatan tiba, mereka hanya pilih satu,” ujar Lesani, yang akrab disapa Sani dikutip Kompas.com Minggu (6/4/2025).
Menurut Sani, hal ini bisa diantisipasi dengan sistem registrasi yang lebih terorganisir dan akurat. Dengan perencanaan yang matang, jumlah penumpang dan unit bus yang diperlukan dapat dihitung secara tepat sebelum hari H.
Fenomena ini menjadi catatan penting bagi semua pihak yang ingin menyelenggarakan program tersebut. Selain memperhatikan antusiasme masyarakat, penting juga untuk memastikan data valid dan komitmen peserta agar perjalanan mudik berjalan efektif dan tidak menyisakan kursi kosong.(PR/04)