JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Persija Jakarta gagal memanfaatkan laga kandang untuk memangkas jarak dengan Persib Bandung di papan atas klasemen Super League musim ini.
Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan Arema FC dengan skor 0-2 pada pekan ke-20 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Kekalahan tersebut membuat Persija tetap tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 41 poin.
Tim asuhan Mauricio Souza kini tertinggal enam poin dari Persib yang kokoh di puncak klasemen. Sementara itu, kemenangan membawa Arema FC naik ke posisi sembilan dengan raihan 27 poin.
Bertindak sebagai tim tamu, Arema FC tampil disiplin sejak menit awal dan tidak ragu meladeni permainan terbuka Persija.
Peluang pertama dalam laga ini justru didapat Singo Edan pada menit ke-18 melalui Gabriel Silva.
Penyerang asal Brasil itu melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, namun masih bisa diamankan kiper Persija, Carlos Eduardo.
Persija merespons dua menit berselang. Gustavo mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti Arema, tetapi upayanya berhasil ditepis kiper Muhammad Adi Satryo.
Kiper berusia 24 tahun tersebut tampil solid sepanjang laga dan menjadi salah satu kunci kemenangan Arema. Tekanan Persija berlanjut pada menit ke-26.
Maxwell mencoba peruntungannya lewat tembakan keras dari sisi kiri pertahanan Arema, namun Adi Satryo kembali menunjukkan refleks cepat untuk menggagalkan peluang tuan rumah.
Hingga babak pertama berakhir, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan dan skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Arema FC langsung tampil agresif. Baru dua menit laga berjalan, Joel Vinicius nyaris membawa tim tamu unggul lewat sepakan jarak dekat. Namun, Carlos Eduardo tampil sigap untuk menjaga gawang Persija tetap aman.
Pada menit ke-50, Arema mendapat kesempatan melalui tendangan bebas Fabio Calonego. Sayang, bola hasil sepakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang. Persija mencoba keluar dari tekanan dan mulai meningkatkan intensitas serangan.
Menit ke-60, Dony Tri Pamungkas melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tetapi kembali digagalkan Adi Satryo. Semenit berselang, giliran bek asing Persija, Thales Lira, yang mendapat peluang melalui sundulan akurat. Namun, Adi Satryo kembali tampil gemilang dengan penyelamatan krusial.
Persija sempat bersorak pada menit ke-77 ketika Gustavo berhasil membobol gawang Arema. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda offside dalam proses terjadinya gol. Keputusan tersebut membuat tempo permainan semakin memanas.
Alih-alih mencetak gol pembuka, Persija justru kecolongan pada menit ke-82. Gabriel Silva melakukan aksi individu brilian dengan menggiring bola dari tengah lapangan, melewati Fabio Silva dan Rizky Ridho, sebelum melepaskan tembakan terukur ke sudut kanan bawah gawang Persija. Carlos Eduardo tidak mampu menjangkau bola, dan Arema unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Persija berusaha meningkatkan tekanan di sisa waktu pertandingan. Namun, Arema tampil tenang dan disiplin dalam bertahan sambil menunggu peluang serangan balik.
Petaka bagi Persija datang pada masa injury time babak kedua. Lewat skema serangan balik cepat, Gabriel Silva kembali menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Macan Kemayoran.
Ia sukses menuntaskan peluang dan mencetak gol keduanya di laga ini untuk memastikan kemenangan 2-0 bagi Arema FC.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Arema FC pulang dari Jakarta dengan tiga poin penting, sementara Persija harus menelan kekalahan yang membuat peluang mereka menempel ketat Persib di puncak klasemen semakin berat.
Hasil ini menjadi catatan penting bagi Persija yang tampil dominan dalam penguasaan bola, namun kurang efektif dalam penyelesaian akhir.
Sebaliknya, Arema FC menunjukkan efektivitas tinggi dengan memanfaatkan peluang yang ada, terutama lewat penampilan gemilang Gabriel Silva dan kokohnya lini pertahanan yang dikomandoi Adi Satryo. (09/AGF).









