JEMBER-JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) kini telah merambah dunia pendidikan dengan masif. Namun, muncul pertanyaan krusial: seberapa akurat informasi yang diberikan AI, dan apakah sumbernya dapat dipertanggungjawabkan?
Pertanyaan mendasar inilah yang diangkat oleh Nurul Mawaridah, M.Pd., guru mata pelajaran Prakarya sekaligus Kepala Urusan Humas SMP Negeri 4 Pasuruan, saat memaparkan praktik baiknya di Aula Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember pada 19 Juli 2026. Di hadapan para pendidik dalam rangkaian acara Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Jember, Nurul membawakan topik bertajuk “NotebookLM: Think Smart, Teach Smart”.
Transformasi Cara Guru Mengelola Dokumen
Dalam paparannya, Nurul menyoroti beban kerja guru yang sering kali harus berjibaku dengan ratusan halaman dokumen penting, mulai dari Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, buku digital, jurnal ilmiah, hingga regulasi pendidikan. Membaca seluruh dokumen tersebut secara manual membutuhkan waktu yang sangat panjang di tengah padatnya tugas mengajar dan administrasi sekolah.
Meski AI generatif umum digunakan untuk mencari informasi secara instan, Nurul mengingatkan adanya risiko informasi bias atau halusinasi AI yang tidak disertai referensi jelas. Berangkat dari tantangan tersebut, ia memperkenalkan NotebookLM—asisten riset berbasis AI dari Google yang bekerja secara spesifik berdasarkan dokumen atau sumber terpercaya yang diunggah sendiri oleh penggunanya.
“NotebookLM bukan sekadar chatbot. Aplikasi ini membaca, memahami, dan menganalisis dokumen yang kita miliki, kemudian memberikan jawaban yang selalu disertai kutipan dari sumber aslinya,” jelas Nurul di depan para peserta TPN XIII Jember.
Strategi “ATAP” dalam Pemanfaatan AI
Melalui kerangka refleksi ATAP (Awal, Tantangan, Aksi, Perubahan), Nurul membagikan langkah strategis bagaimana guru dapat memanfaatkan teknologi secara bijak:
1. Awal & Tantangan: Mengatasi hambatan keakuratan informasi dan efisiensi waktu baca dokumen. Guru memerlukan mitra berpikir yang valid, bukan sekadar pengambil data acak dari internet.
2. Aksi Nyata: Mengunggah file PDF, Google Docs, link situs resmi, hingga video YouTube ke dalam NotebookLM. Teknologi ini kemudian digunakan untuk meringkas dokumen panjang, menyusun pertanyaan pemantik, membuat draf asesmen, hingga memanfaatkan fitur Audio Overview yang mengubah materi bacaan menjadi format percakapan audio (podcast).
3. Perubahan Berkelanjutan: Pemanfaatan NotebookLM memberikan efisiensi waktu yang signifikan, sehingga guru memiliki lebih banyak ruang untuk merancang pembelajaran kreatif yang berpusat pada murid.
Think Smart, Teach Smart
Di akhir sesi, Nurul menegaskan bahwa kecerdasan artifisial bukanlah ancaman yang akan menggantikan profesi guru, melainkan mitra strategis untuk bekerja lebih produktif. Kuncinya terletak pada prinsip “Think Smart” memanfaatkan teknologi secara kritis, bijak, dan berbasis sumber yang valid untuk mewujudkan “Teach Smart”, yakni menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, bermakna, dan berdampak bagi peserta didik.
Pemaparan inspiratif dari pendidik asal Pasuruan ini sukses menarik antusiasme tinggi dari para peserta TPN XIII Jember, sekaligus membuka wawasan baru tentang bagaimana guru dapat beradaptasi secara cerdas di era transformasi digital pendidikan.(ACZ)










