Shanghai Pamerkan Masa Depan AI, Robot Humanoid Jadi Sorotan WAIC 2026

Avatar photo
Shanghai Pamerkan Masa Depan AI, Robot Humanoid Jadi Sorotan WAIC 2026
Sebuah robot bermain tenis meja dalam Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (World AI Conference/WAIC) 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Tata Kelola AI Global di Shanghai, China timur, pada 18 Juli 2026. (Foto: Dok. Xinhua)

SUDUTPANDANG.ID Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi sorotan dalam World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 yang berlangsung di Shanghai, China, pada 17-20 Juli 2026. Konferensi tersebut tidak hanya menghadirkan forum diskusi mengenai masa depan AI, tetapi juga menampilkan berbagai inovasi terbaru, mulai dari robot humanoid hingga perangkat pintar berbasis AI.

Dilansir dari Xinhua, Minggu (19/7/2026), beragam teknologi dipamerkan selama konferensi, termasuk robot humanoid dan tangan robotik berpresisi tinggi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan industri maupun aktivitas sehari-hari. Pengunjung juga dapat merasakan pengalaman budaya dan hiburan yang memanfaatkan teknologi AI, memperlihatkan semakin luasnya penerapan kecerdasan buatan di berbagai sektor.

BACA JUGA  Imlek 2574, Kanim Ngurah Rai Sambut Kedatangan Charter Flight dari China

WAIC 2026 turut menjadi panggung bagi pembahasan mengenai tata kelola AI global melalui Global AI Governance High-Level Meeting. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan peneliti untuk membahas arah pengembangan AI yang aman, inklusif, dan bertanggung jawab.

Pada pembukaan konferensi, Presiden China Xi Jinping menekankan pentingnya memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan kecerdasan buatan. Ia menilai kolaborasi global diperlukan agar inovasi AI dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus meminimalkan berbagai risiko yang muncul dari perkembangan teknologi tersebut.

Xi juga menegaskan komitmen China untuk terus mendorong inovasi AI melalui kolaborasi lintas negara serta memperkuat sistem tata kelola yang mampu menjaga pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

BACA JUGA  Poltekkes Kendari Latih Masyarakat Buat Sabun Dari Jelantah

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas posisi China sebagai salah satu kekuatan utama dalam pengembangan AI dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, negara itu terus meningkatkan investasi di bidang riset, manufaktur, dan komersialisasi teknologi kecerdasan buatan.

Shanghai sendiri semakin mengukuhkan perannya sebagai pusat inovasi AI di China. Melalui penyelenggaraan WAIC setiap tahun, kota ini menjadi wadah bagi perusahaan teknologi, peneliti, dan investor untuk memperkenalkan terobosan terbaru sekaligus memperluas kerja sama internasional.

Selain menampilkan inovasi, konferensi tersebut juga menggambarkan pesatnya perkembangan industri robotika di China. Robot-robot cerdas yang dipamerkan dirancang mampu beradaptasi dengan berbagai skenario, mulai dari lini produksi industri hingga layanan publik dan kebutuhan rumah tangga.

BACA JUGA  TETO Gelar Resepsi Peringatan Hari Nasional Taiwan ke-113

Seiring meningkatnya permintaan pasar, produksi robot humanoid di China diperkirakan melampaui 100.000 unit sepanjang 2026. Proyeksi tersebut mencerminkan percepatan industrialisasi teknologi AI sekaligus memperlihatkan besarnya potensi pasar robotika dalam beberapa tahun mendatang.(red/xinhua)