JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Advokat senior Prof. Otto Cornelis Kaligis atau OC Kaligis menerima penghargaan Lifetime Achievement in Law dari Media Sudut Pandang dalam perayaan HUT ke-11 media tersebut di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).
Penghargaan itu menjadi momentum bagi OC Kaligis untuk mengenang perjalanan panjangnya di dunia hukum yang telah dimulai sejak 1966.
Baginya, penghargaan Lifetime Achievement in Law bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan pengingat untuk terus berjuang di ranah hukum.
“Lifetime Achievement in Law adalah pencapaian prestasi seumur hidup di dunia hukum, suatu gelar yang selalu mengingatkan saya untuk tidak henti-hentinya berjuang di ranah hukum, di mana pun dan kapan pun,” ujar OC Kaligis dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, OC Kaligis menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Pemimpin Redaksi Sudut Pandang Umi Sjarifah, Dewan Redaksi, dan seluruh keluarga besar Sudut Pandang yang telah memasuki usia ke-11.
Ia berharap keberadaan Sudut Pandang terus memberikan kontribusi, khususnya dalam turut memperjuangkan hukum di Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
Sejak 1966
OC Kaligis mengawali kiprahnya di dunia hukum pada 1966, setelah menyelesaikan pendidikan sarjana hukum. Ia kemudian bekerja sebagai asisten notaris F.A. Tumbuan dan mendalami sejumlah persoalan hukum, antara lain perbankan, penanaman modal asing, dan pertanahan.
Untuk memperdalam pengetahuan hukum perdata, ia mendapat bimbingan dari F.B.G. Tumbuan.
Beberapa tahun kemudian, OC Kaligis melanjutkan pendidikan ke Jerman Barat pada 1971-1975 dengan mengambil bidang filsafat di Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen.
Sekembalinya ke Indonesia, ia kembali menekuni praktik hukum. Pada 1976, O.C. Kaligis mendirikan kantor konsultan hukum bersama Rudhy Lontoh, almarhum Rusdi Nurima, dan Nauli Basa.
Setahun kemudian, ia membuka kantor pengacara sendiri setelah mengurus izin kepada Departemen Kehakiman dan Mahkamah Agung.
Perjalanan tersebut kemudian berkembang menjadi kiprah panjang sebagai advokat, akademisi, penulis, sekaligus mentor bagi generasi muda di bidang hukum.
Membina Generasi Advokat
Salah satu bagian penting dari perjalanan O.C. Kaligis adalah keterlibatannya dalam membina para calon advokat. Ia menyebut Hotman Paris Hutapea sebagai asisten pertamanya pada 1978.
Sejumlah nama lain juga pernah menjadi asistennya dan kemudian berkembang dalam berbagai bidang hukum, antara lain Amir Syamsudin, Hamdan Zoelva, Hikmahanto Juwana, dan Junivert Girsang.
O.C. Kaligis menyebut sekitar 40 orang yang pernah menjadi asistennya telah meraih gelar doktor hukum. Empat di antaranya bahkan mencapai jenjang profesor.
Sejumlah mantan asistennya juga kemudian menempati posisi penting, baik di lingkungan peradilan maupun lembaga penegakan hukum.
Selain membimbing secara langsung, O.C. Kaligis mengatakan dirinya juga membiayai pendidikan sejumlah asistennya untuk menempuh program LL.M. di sejumlah universitas luar negeri, antara lain Harvard University, University of California, Berkeley, New York University, serta perguruan tinggi di Belanda dan Australia.
Kiprah di Dunia Akademik
Pengabdian O.C. Kaligis tidak berhenti pada praktik sebagai advokat. Ia juga aktif dalam dunia pendidikan dan akademik.
Ia pernah menjadi penguji eksternal program doktor di sejumlah fakultas hukum, antara lain Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Trisakti, dan Universitas Hasanuddin.
Ia juga pernah mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri di Lembang, serta Pusdiklat Kejaksaan Agung.
Menurutnya, pendidikan dan pembinaan generasi muda merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian di bidang hukum.
Menangani Perkara di Berbagai Negara
Sebagai praktisi hukum, pengalaman O.C. Kaligis juga mencakup penanganan perkara di luar Indonesia. Ia menyebut pernah membela klien di Doha, Qatar, Guernsey, Supreme Court Sydney dan Melbourne, Australia, Amsterdam, Belanda, serta sejumlah negara Asia lainnya.
Di Indonesia, ia pernah menjadi penasihat hukum mantan Presiden Soeharto dan keluarga, mantan Presiden B.J. Habibie, serta salah satu penasihat hukum Presiden Prabowo dalam perkara di Mahkamah Konstitusi.
Sepanjang kiprahnya, O.C. Kaligis juga menangani berbagai perkara dengan klien dari beragam latar belakang, mulai dari kalangan pengusaha hingga selebritas. Sejumlah perkara yang ditanganinya juga mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Perhatian pada Bantuan Hukum
O.C. Kaligis juga menaruh perhatian pada akses masyarakat terhadap keadilan. Melalui Indonesia Innocent Project, ia memberikan bantuan hukum secara pro bono kepada korban kriminalisasi.
Lembaga tersebut, kata dia, dipimpin oleh sejumlah penasihat hukum muda, antara lain Alexa Kaligis, Debora Praise Karinda, dan Ayu Wahyuning Sari.
Menurut O.C. Kaligis, pemberian bantuan hukum merupakan bagian dari tanggung jawab profesi untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh pendampingan hukum.
Telah Terbitkan 128 Buku Hukum

Selain berkiprah sebagai advokat dan akademisi, O.C. Kaligis juga aktif menulis. Ia menyebut telah menerbitkan 128 buku hukum dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang telah memiliki ISBN.
Dalam perayaan HUT ke-11 Sudut Pandang, ia secara simbolis menyerahkan sejumlah buku karyanya kepada Pemimpin Redaksi Sudut Pandang Umi Sjarifah.
Buku-buku tersebut diserahkan untuk menambah koleksi dan referensi di perpustakaan Sudut Pandang.
Di antara buku yang diserahkan adalah Miscarriage of Justice dalam Sistem Peradilan Pidana: Perlunya Pendekatan Keadilan Restoratif, yang merupakan pidato ilmiahnya saat pengukuhan guru besar pada 2008.
Ia juga menyerahkan Trans Boundaries Financial Case in International Forum, yang membahas perkara Hutomo Mandala Putra melawan BNP Paribas dan Pemerintah Republik Indonesia.
Buku lainnya adalah Corruption as a Transnational Organized Crime, yang memuat kumpulan tulisannya ketika menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Wina, Austria.
Selain itu, O.C. Kaligis menyerahkan Barack Obama: A Gift of Hope, buku yang ditulisnya dan dipersembahkan kepada mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
“Semoga buku-buku ini bermanfaat bagi Perpustakaan Sudut Pandang,” kata O.C. Kaligis.
Bagi O.C. Kaligis, perjalanan sekitar enam dekade di dunia hukum bukan alasan untuk berhenti berkontribusi. Penghargaan Lifetime Achievement in Law justru ia maknai sebagai pengingat untuk terus menjalankan pengabdian di bidang hukum.
Ia menilai perjuangan di ranah hukum harus dilakukan secara berkelanjutan, di mana pun dan kapan pun.
“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan Sudut Pandang, semoga terus berkembang serta mengambil bagian dalam menyuarakan persoalan hukum dan kepentingan masyarakat. Salam Keadilan,” ujar Kaligis.(red)











