BOGOR, SUDUTPANDANG.ID – Hiswana Migas DPC Bogor bersama PT Pertamina Patra Niaga menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi kebijakan terbaru kepada para pelaku usaha sektor hilir minyak dan gas bumi di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang berlangsung di Klub Bogor Raya, Kamis (24/9/2026), tersebut diikuti sekitar 190 anggota Hiswana Migas DPC Bogor.
Peserta terdiri atas 63 anggota SPBU, 110 agen LPG PSO, lima agen LPG NPSO, serta 12 SPBE yang beroperasi di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Untuk memastikan materi dapat disampaikan secara lebih fokus, kegiatan sosialisasi dibagi menjadi dua sesi.
Sesi pertama berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti anggota dari sektor SPBU. Materi disampaikan oleh SBM Fuel Wilayah Bogor Imam Bukhari, Anton Rudianto dari SND, serta Citra selaku Assistant Region Manager.
Sementara sesi kedua digelar pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dengan peserta dari kalangan agen LPG dan SPBE. Sejumlah pemateri yang hadir antara lain Khoreul Huda dari PSO GCA, Fakhmi Rikardo yang menangani PSO SA, Nur Bakhrul ‘Ilmi dari PSO GCO, Amel yang membidangi LPG NPSO, serta Gun Gun Gunawan dari SND LPG.

Dalam briefing session, Region Manager Retail Sales Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga, Tiara Thesaufi Harisoesyanto, menegaskan pentingnya peran Hiswana Migas dalam mendukung kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.
Menurut Tiara, anggota Hiswana Migas menjadi salah satu bagian penting dalam mata rantai distribusi energi Pertamina.
“Hiswana Migas merupakan ujung tombak Pertamina dalam mendistribusikan energi ke seluruh Indonesia. Karena itu, seluruh anggota Hiswana Migas harus solid memajukan organisasi dan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku,” tegas Tiara.
Beragam materi kebijakan terbaru menjadi pembahasan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya terkait perizinan SPBU, agen LPG dan SPBE yang mengacu pada regulasi terbaru.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai kebijakan alokasi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), Jenis BBM Tertentu (JBT), dan LPG PSO.
Mekanisme proses klaim lossis serta mitigasi plan untuk menangani antrean di SPBU juga menjadi bagian dari materi yang disosialisasikan kepada para anggota.
Tiara menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga forum dialog antara Pertamina Patra Niaga dan pelaku usaha yang tergabung dalam Hiswana Migas DPC Bogor.
Forum tersebut diharapkan dapat menyamakan pemahaman mengenai kebijakan dan ketentuan terbaru sekaligus membahas persoalan teknis yang dihadapi para pelaku usaha di lapangan.
Ketua Hiswana Migas DPC Bogor Karjito, didampingi Wakil Ketua I Bidang Organisasi dan Keuangan H. Untung Kurniadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja bersama antara Hiswana Migas DPC Bogor dan PT Pertamina Patra Niaga.
“Ini merupakan kerja bersama Hiswana Migas DPC Bogor dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk mensosialisasikan kebijakan-kebijakan terkini kepada seluruh anggota. Kami berharap seluruh anggota mendapatkan pemahaman yang sama sehingga pelaksanaan kegiatan usaha di lapangan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Untung.
Menurutnya, forum koordinasi seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi antara Pertamina Patra Niaga dan anggota Hiswana Migas.
Hal tersebut dinilai semakin penting di tengah adanya perubahan regulasi dan kebijakan di sektor hilir migas yang perlu dipahami dan diterapkan oleh para pelaku usaha.
Melalui kegiatan tersebut, Hiswana berharap para anggota semakin meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat soliditas organisasi.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi energi bagi masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.(PR/04)











