Pertamina Patra Niaga: Panic Buying BBM Bisa Ganggu Rantai Pasok

Avatar photo
Pertamina Patra Niaga BBM Panic Buying BBM
Antrean pengendara kendaraan di salah satu SPBU di Jakarta Barat.(Foto: istimewa)

SUDUTPANDANG.ID – Pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying dapat mengganggu kelancaran rantai pasok energi. PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan karena stok di terminal dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) saat ini dalam kondisi aman.

Demikian disampaikan Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026

Ia mengatakan, lonjakan permintaan akibat panic buying tidak hanya berdampak pada ketersediaan BBM di lapangan, tetapi juga membutuhkan proses panjang untuk memulihkan stok.

“Bayangkan kalau normalnya cuma 100, ya dianggap saja misalnya kita angkat 100. Karena ada panic buying, itu bisa 110-120. Menambah 10-20 itu enggak gampang. Mungkin enggak apa-apa cuma nambah 10-20 saja, tetapi rentetannya panjang sekali,” ujar Eko.

BACA JUGA  Resmi Naik, Harga Pertalite Jadi Rp 10.000

Menurut Eko, peningkatan permintaan secara tiba-tiba membuat seluruh mata rantai distribusi harus menyesuaikan pasokan. Kondisi tersebut berbeda dengan kebutuhan BBM dalam situasi normal yang telah diperhitungkan berdasarkan pola konsumsi.

Ia menjelaskan, pemulihan stok membutuhkan waktu. Dalam kondisi stok aman, proses recovery stock dapat berlangsung setidaknya satu minggu. Sementara dalam kondisi normal, pemulihan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari.

Proses tersebut melibatkan sejumlah tahapan, mulai dari peningkatan produksi di kilang, opsi impor apabila pasokan domestik tidak mencukupi, hingga penyiapan armada distribusi.

Tim distribusi juga perlu menyiagakan kapal tambahan untuk mengirim BBM ke berbagai terminal. Di tingkat distribusi darat, jumlah mobil tangki juga harus disesuaikan dengan peningkatan kebutuhan di sejumlah daerah.

BACA JUGA  Kejagung Sita Rumah Anak Riza Chalid Kasus Dugaan Korupsi Pertamina

Eko mencontohkan, jika suatu daerah membutuhkan tambahan 10 mobil tangki akibat lonjakan permintaan, penyediaannya tidak dapat dilakukan secara instan.

“Misalkan sudah disediakan 50 mobil tangki gara-gara ada lonjakan panic buying dan lain-lain, itu bisa butuh tambah 10 mobil. Nyari 10 mobil dalam waktu segera enggak gampang,” kata Eko.

Karena itu, lanjutnya, Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan selama kondisi pasokan masih aman.

“Menghindari panic buying menjadi penting agar distribusi BBM tetap berjalan sesuai perencanaan dan tidak menimbulkan kebutuhan pemulihan stok yang lebih besar di kemudian hari,” katanya.(red)