JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Indonesia dipastikan mengirimkan dua atlet muda terbaiknya untuk berlaga pada Kejuaraan Dunia Atletik U20 2026 yang berlangsung di Hayward Field, Eugene, Oregon, Amerika Serikat, pada 5–9 Agustus 2026.
Kedua atlet tersebut adalah Hoshi Fatihah Azharah dan Anugrah Styawan Santoso, yang berhasil memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan World Athletics.
Kepastian keikutsertaan keduanya diumumkan oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) melalui akun Instagram resminya pada Selasa (4/8/2026).
Hoshi dan Anugrah menjadi wakil Merah Putih setelah mencatatkan performa terbaik pada Kejuaraan Nasional Atletik dan Indonesia U18 Open Championships 2026 yang berlangsung di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, pada 27–30 Juni lalu.
Keikutsertaan dua atlet muda tersebut menjadi momentum penting bagi atletik Indonesia untuk kembali menunjukkan daya saing di level internasional.
Ajang Kejuaraan Dunia Atletik U20 dikenal sebagai panggung bergengsi yang mempertemukan atlet-atlet muda terbaik dari berbagai negara sebelum mereka melangkah ke tingkat senior.
Hoshi Fatihah Azharah, sprinter berusia 18 tahun asal Jawa Timur, akan tampil pada nomor lari 200 meter putri. Ia memastikan tiket ke Eugene setelah membukukan waktu 24,35 detik dengan bantuan angin +1,3 meter per detik pada perlombaan yang berlangsung 29 Juni 2026.
Catatan tersebut berhasil menyamai batas kualifikasi yang telah ditetapkan World Athletics sehingga memenuhi seluruh persyaratan administrasi maupun teknis untuk tampil di kejuaraan dunia.
Keberhasilan Hoshi menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya. Pada usia yang masih sangat muda, ia berhasil menembus kompetisi atletik dunia dan akan menghadapi sprinter terbaik dari berbagai negara.
Sementara itu, Anugrah Styawan Santoso juga mencatat prestasi membanggakan setelah memastikan tiket pada nomor 110 meter gawang putra dengan tinggi gawang 99 sentimeter.
Atlet berusia 18 tahun tersebut membukukan waktu 13,89 detik dengan bantuan angin +1,2 meter per detik pada 30 Juni 2026. Catatan tersebut bahkan lebih cepat 0,16 detik dibandingkan batas kualifikasi World Athletics yang berada di angka 14,05 detik.
Hasil tersebut menempatkan Anugrah sebagai salah satu atlet muda Indonesia yang layak bersaing di tingkat dunia. Penampilannya di Oregon diharapkan menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas dan jam terbang internasional.
PB PASI menyampaikan bahwa nama Hoshi Fatihah Azharah dan Anugrah Styawan Santoso telah resmi tercantum dalam daftar peserta Kejuaraan Dunia Atletik U20 2026 yang dirilis World Athletics.
Masuknya kedua atlet dalam daftar resmi peserta menandai selesainya seluruh proses verifikasi hasil lomba dan administrasi yang menjadi syarat mengikuti kompetisi internasional tersebut.
Sementara itu, peluang Indonesia sebenarnya sempat bertambah melalui sprinter asal Jawa Tengah, Shava Salvia Waranggani.
Atlet muda tersebut mampu mencatatkan waktu 11,77 detik pada nomor 100 meter putri, lebih cepat dari batas kualifikasi yang ditetapkan World Athletics, yakni 11,78 detik.
Namun, hasil tersebut tidak dapat disahkan karena kecepatan angin saat perlombaan mencapai +2,3 meter per detik, melebihi batas maksimum yang diperbolehkan dalam regulasi internasional.
Berdasarkan ketentuan World Athletics, hasil lomba nomor sprint hanya diakui sebagai rekor maupun kualifikasi apabila bantuan angin tidak melebihi +2,0 meter per detik.
Karena alasan tersebut, catatan waktu Shava dinyatakan tidak memenuhi syarat sehingga namanya tidak masuk dalam daftar akhir kontingen Indonesia.
Kejuaraan Dunia Atletik U20 2026 merupakan edisi ke-21 sejak pertama kali diselenggarakan. Oregon kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah sebelumnya sukses menggelar kejuaraan yang sama pada edisi 2014.
Hayward Field di Eugene dikenal sebagai salah satu stadion atletik terbaik di dunia dan kerap menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kejuaraan bergengsi tingkat internasional, termasuk Kejuaraan Dunia Atletik senior.
Tahun ini, kompetisi tersebut diperkirakan diikuti lebih dari 1.800 atlet dari 147 federasi anggota World Athletics. Persaingan dipastikan berlangsung ketat karena seluruh peserta merupakan atlet-atlet muda terbaik yang telah melewati proses kualifikasi di negaranya masing-masing.
Bagi Indonesia, keikutsertaan Hoshi dan Anugrah tidak hanya menjadi ajang berburu prestasi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet jangka panjang menuju level elite dunia.
Pengalaman menghadapi lawan-lawan terbaik akan menjadi modal penting dalam pengembangan karier mereka menuju kompetisi senior seperti Kejuaraan Dunia Atletik maupun Olimpiade.
PB PASI menjadwalkan kontingen Indonesia bertolak menuju Eugene pada 5 Agustus 2026.
Setelah menjalani proses adaptasi dan persiapan akhir, Hoshi Fatihah Azharah dan Anugrah Styawan Santoso dijadwalkan memulai perjuangan mereka pada 7 Agustus waktu setempat.
Keikutsertaan kedua atlet muda tersebut diharapkan mampu membawa hasil positif sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi di cabang olahraga atletik.
Dengan persiapan yang matang dan pengalaman bertanding di level internasional, Hoshi dan Anugrah diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik serta mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. (09/AGF).







