Odekta Jadikan Merdeka Run 2026 Uji Coba Asian Games

Pelari jarak jauh Indonesia Odekta Elvina Naibaho mengambil race pack Merdeka Run 2026 di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Jumat (28/8/2026), sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026. (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pelari jarak jauh Indonesia, Odekta Elvina Naibaho, menjadikan Merdeka Run 2026 sebagai ajang uji coba atau try out sebelum menghadapi Asian Games 2026.

Atlet berusia 34 tahun itu tidak membidik posisi terdepan dalam perlombaan, melainkan memanfaatkan event tersebut untuk mengukur kondisi fisik dan kecepatan menjelang persaingan di tingkat Asia.

Odekta menjadi salah satu peserta yang mengambil bagian dalam Merdeka Run 2026. Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 10 ribu orang, ajang tersebut dinilai memberikan suasana kompetisi yang berbeda sekaligus menjadi bagian dari program latihan menuju target utama di Asian Games 2026.

“Saya melihat event ini dengan angka peserta di atas sepuluh ribu itu antusiasnya luar biasa. Target saya bukan di sini, melainkan Asian Games. Ini sebagai bagian dari latihan dan try out saja,” kata Odekta setelah mengambil race pack Merdeka Run 2026 di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Bagi Odekta, mengikuti perlombaan dengan jarak lebih pendek memiliki fungsi tersendiri dalam program persiapan atlet. Jarak 8 hingga 10 kilometer dapat digunakan untuk menguji kemampuan kecepatan sekaligus melihat respons tubuh terhadap beban perlombaan.

Pengalaman tersebut menjadi penting karena Odekta memiliki target utama pada nomor maraton di Asian Games 2026. Sebelum menghadapi jarak 42,195 kilometer, ia perlu memastikan kondisi fisik dan kecepatannya berada dalam level yang sesuai dengan program latihan.

BACA JUGA  Malam Ini Timnas Indonesia Melawan Jepang, Siapa Beruntung?

Odekta juga mengungkapkan bahwa beban yang akan dijalani dalam Merdeka Run 2026 berada di bawah intensitas latihan hariannya. Dalam program rutin, ia biasa menempuh jarak antara 20 hingga 25 kilometer dalam sehari.

Intensitas kecepatan yang dijalankan dalam latihan pun mencapai sekitar 80 hingga 90 persen. Karena itu, Merdeka Run tidak ditempatkan sebagai target utama, tetapi bagian dari rangkaian persiapan yang sudah dirancang menuju kompetisi yang lebih besar.

“Sebagai atlet harus paham mana yang harus di-push dan mana yang harus all out. Event seperti ini adalah bagian dari latihan kami,” ujarnya.

Odekta memastikan fokusnya di Asian Games 2026 hanya tertuju pada satu nomor, yakni maraton. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan ketatnya persaingan pelari jarak jauh di level Asia.

Menurut Odekta, persaingan untuk memperebutkan medali Asian Games tidak akan mudah. Ia memperkirakan sejumlah negara dengan tradisi kuat dalam atletik akan menjadi pesaing berat.

Pelari dari Jepang dan China menjadi bagian dari kekuatan yang perlu diwaspadai. Selain itu, Odekta juga mencermati keberadaan atlet naturalisasi dari sejumlah negara yang dapat memperketat persaingan di nomor maraton.

“Perlawanan untuk mencari medali di Asian Games sangat susah sekali, jadi saya fokus satu nomor saja agar bisa memberikan yang terbaik,” kata Odekta.

BACA JUGA  Merdeka Run 2026 Jadi Debut Lari Nadila

Dengan memilih satu nomor spesialisasi, Odekta ingin memaksimalkan seluruh persiapannya. Program latihan, pemulihan, hingga pengalaman bertanding akan diarahkan untuk mencapai performa terbaik saat tampil di Asian Games 2026.

Merdeka Run 2026 menjadi salah satu bagian dari proses tersebut. Meski jarak lomba lebih pendek dibandingkan nomor spesialisasinya, Odekta tetap melihat kesempatan tersebut sebagai sarana untuk mengukur perkembangan performanya.

Selain aspek teknis, Odekta juga mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap Merdeka Run 2026. Jumlah peserta yang mencapai lebih dari 10 ribu orang menurutnya menunjukkan perkembangan olahraga lari di Indonesia.

Setelah mengambil race pack, Odekta sempat menunjukkan sejumlah perlengkapan yang diterimanya. Isi race pack tersebut antara lain jersey resmi, nomor dada atau bib, handuk, voucher makanan, stiker, dan gelang identitas.

Ia juga memberikan penilaian positif terhadap jersey yang digunakan dalam ajang tersebut. Menurut Odekta, jersey memiliki bobot yang ringan sehingga nyaman digunakan untuk aktivitas lari.

“Ini sudah saya pakai. Kualitas jersey-nya bagus, tak terlalu berat. Cocok untuk dipakai lari,” ujarnya.

Tidak hanya perlengkapan, Odekta juga menyoroti keteraturan peserta selama proses pengambilan race pack. Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat tinggi, tetapi tetap diiringi dengan suasana yang tertib.

“Antusias masyarakatnya juga sangat luar biasa. Semua tertib, saya bangga olahraga lari ini berkembang pesat dan maju, ya saya senang,” pungkasnya.

BACA JUGA  Timnas 3x3 Putri Bidik Progres di Batam Stop 2026

Merdeka Run 2026 dengan demikian menjadi bagian dari perjalanan persiapan Odekta menuju Asian Games. Ia tidak menjadikan lomba tersebut sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai kesempatan untuk menjalani simulasi dan menguji kemampuan sebelum menghadapi persaingan di nomor maraton.

Bagi atlet yang sudah berpengalaman di nomor jarak jauh tersebut, setiap event memiliki fungsi dalam proses persiapan. Intensitas lomba dapat disesuaikan dengan kebutuhan program, sementara pengalaman berada di tengah ribuan peserta dapat menjadi bagian dari evaluasi mental dan kondisi fisik.

Setelah Merdeka Run 2026, fokus Odekta akan kembali diarahkan pada persiapan menuju Asian Games 2026. Targetnya jelas, yakni tampil maksimal pada nomor maraton dan berupaya bersaing memperebutkan medali di tengah ketatnya persaingan pelari Asia.

Merdeka Run menjadi satu langkah dalam perjalanan tersebut. Bukan sekadar mengejar finis tercepat, tetapi menjadi bagian dari strategi Odekta untuk memastikan setiap tahapan latihan membawa dirinya semakin dekat dengan target utama di Asian Games 2026. (09/AGF).