Indocement awali bahan bakar alternatif pengganti batu bara dari TPST Bantargebang

Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya (dua dari kiri) bersama Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono (tiga dari kiri) melepas secara simbolis pengangkutan pertama puluhan truk bermuatan bahan bakar alternatif RDF dari pengolahan sampah TPST Bantargebang, Bekasi, Selasa (27/6/2023). FOTO: Humas Indocement

CITEUREUP, BOGOR, SUDUTPANDANG.ID – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement), Selasa (27/6/2023) mulai menerima pengiriman pertama sekitar 80–100 ton RDF dari Fasilitas Landfill Mining dan RDF Plant TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, yang akan digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil (batu bara) untuk proses produksi semen di Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor.

“Kerja sama ini merupakan langkah awal yang baik dan sekaligus menjadi bukti nyata kolaborasi dan sinergi yang dapat dilakukan antara pihak swasta dan pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah DKI Jakarta dan berharap kerja sama ini akan membantu mengurangi jumlah sampah yang tertimbun di TPST Bantargebang,” kata Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya dalam penjelasan yang diterima di Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa.

Kemenkumham Bali

“Semoga kerja sama antara Indocement dan Pemprov DKI Jakarta bis menjadi contoh ‘best practice’ kerja sama penangganan sampah antara pihak swasta (pabrikan semen) dan pemerintah daerah,” tambahnya.

BACA JUGA  KPK Periksa Irwan Mussry Terkait Kasus Korupsi Eko Darmanto

Ia menjelaskan bagi Indocement pemanfaatan bahan bakar alternatif sejalan dengan visi dan misi perusahaan untuk mengurangi CO2 dari pemakaian bahan bakar fosil (batu bara).

Indocement, katanya, telah menggunakan bahan bakar alternatif sebesar lebih dari 18 persen sampai dengan tahun 2022 yang lalu dan merencanakan sampai dengan lebih dari 40 persen bahan bakar alternatif untuk menggantikan penggunaan batu bara di tahun 2030.

Untuk mampu mengolah bahan bakar alternatif dalam jumlah yang besar tersebut, kata dia, Indocement telah melakukan investasi yang cukup signifikan di seluruh kompleks pabriknya yang berada di tiga lokasi, yaitu: Citeureup dan Cirebon (Jawa Barat) serta Tarjun (Kalimantan Selatan), antara lain dengan mulai membangun jalan tembus akses langsung ke kompleks pabrik Indocement serta berbagai fasilitas pengolahan RDF, seperti feeding facilities, shredder dan mixing facility dan investasi terbaru adalah “hot-disc facility”.

“Nilai investasi Indocement yang berhubungan dengan keberlanjutan telah mencapai lebih dari Rp1 triliun dalam 5–6 tahun terakhir ini,” kata Christian Kartawijaya.

BACA JUGA  Ditusuk Saat Ceramah, Inilah Detik-detik Penyerangan Syekh Ali Jaber

Disebutkan bahwa pengiriman perdana dimaksud merupakan tindak lanjut dari perjanjian Uji Coba Penyediaan Bahan Bakar Alternatif dari Pengolahan Sampah antara Indocement dan Unit Pengolahan Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup
(DLH) Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 15 Juni 2023.

Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono berkesempatan pada Selasa (27/6) 2023 melepas secara simbolis pengangkutan pertama puluhan truk bermuatan bahan bakar alternatif RDF dari pengolahan sampah TPST Bantargebang.

“Kerja sama ini merupakan solusi permasalahan sampah di TPST Bantargebang yang saat ini hampir mencapai
kapasitas maksimalnya. Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada industri semen yang bersedia bekerja sama menjadi offtaker RDF dari TPST Bantargebang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan bahwa Fasilitas Landfill Mining dan RDF Plant TPST Bantargebang bisa mengolah sampah hingga 2.000 ton/hari dan sudah sesuai spesifikasi industri.

BACA JUGA  Tas Tertinggal Tidak Hilang, Pelatih Amerika Puji Panpel Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Pengolahan sampah ini, kata dia, dilakukan secara mekanis melalui proses pemilahan, pencacahan, dan pengeringan, menghasilkan produk RDF, yaitu hasil olahan sampah padat yang padat berupa materi mudah terbakar (plastik, kertas, dll.) yang telah berukuran homogen (curah atau pelet) serta dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. (PR/02)