ISTAF Jatuhkan Sanksi Sementara kepada Delapan Anggota Tim Sepak Takraw Thailand

Avatar photo
ISTAF Jatuhkan Sanksi Sementara kepada Delapan Anggota Tim Sepak Takraw Thailand
Sekretaris Jenderal ISTAF Datuk Abdul Halim Kader. (Foto: Dok. Sudutpandang.id

SUDUTPANDANG.ID – International Sepaktakraw Federation (ISTAF) menjatuhkan sanksi sementara kepada delapan anggota tim nasional sepak takraw Thailand yang diduga terlibat dalam insiden pada partai final TM ISTAF Sepaktakraw World Cup Kuala Lumpur 2026 yang berlangsung pada 24 Mei 2026 lalu.

Delapan orang tim sepak takraw Thailand yang dikenai sanksi sementara tersebut terdiri atas lima pemain, dua pelatih, dan seorang manajer tim. Keputusan itu diambil Komite Disiplin ISTAF dalam rapat yang digelar pada 19 Juni 2026 setelah menelaah berbagai laporan dan informasi terkait insiden yang terjadi pada laga puncak tersebut.

Melalui keterangan tertulis, Senin (22/6/2026), Sekretaris Jenderal ISTAF Datuk Abdul Halim Kader, menyatakan proses disiplin dilakukan menyusul dugaan penolakan anggota Regu Ketiga Thailand untuk melanjutkan pertandingan final meskipun telah diperintahkan oleh ofisial pertandingan sesuai peraturan permainan dan regulasi kompetisi yang berlaku.

Ia menyebutkan, selain para pemain, proses disiplin juga mencakup dugaan keterlibatan dua pelatih dan seorang manajer tim nasional sepak takraw Thailand terkait peran mereka dalam insiden tersebut.

BACA JUGA  SEA Games 2025 Gagal, Amali Bahas TC yang Terlalu Singkat

Lima pemain yang menjadi responden dalam proses disiplin itu adalah Wichan Temkort, Jakkrit Thinbangbon, Phutawan Sopa, Sittipong Khamchan dan Chattuphon Siriart. Sementara itu, dua pelatih dan seorang manajer tim Thailand juga turut menjalani pemeriksaan oleh Komite Disiplin ISTAF.

Datuk Abdul Halim menyatakan, surat pemberitahuan proses disiplin beserta dakwaan terhadap masing-masing responden telah disampaikan secara resmi melalui Thailand Sepaktakraw Association (TAT).

“Seluruh responden diberikan waktu selama 14 hari sejak menerima pemberitahuan untuk menyampaikan jawaban tertulis sebelum perkara memasuki tahap sidang disiplin,” katanya.

Ia menjelaskan, selama proses pemeriksaan berlangsung, Komite Disiplin ISTAF memberlakukan larangan sementara kepada seluruh responden untuk mengikuti, melatih, mengelola, mengadili, maupun terlibat dalam berbagai pertandingan, kejuaraan, kegiatan, dan aktivitas resmi sepak takraw yang berada di bawah naungan ISTAF.

Larangan tersebut berlaku bagi mereka dalam kapasitas sebagai pemain, pelatih, manajer tim, ofisial, maupun peran lainnya yang berkaitan dengan aktivitas sepak takraw di bawah yurisdiksi ISTAF hingga proses disiplin selesai atau sampai dikeluarkannya keputusan baru oleh Komite Disiplin.

BACA JUGA  Sudinhub Jakbar Pastikan Bus Program Mudik Gratis Dalam Kondisi Baik

Menurutnya, keputusan interim itu merupakan langkah administratif yang bersifat pencegahan guna menjaga integritas proses disiplin dan memastikan tata kelola kompetisi tetap berjalan dengan baik.

Bukan Putusan Final

Ia kembali menegaskan bahwa sanksi sementara yang dijatuhkan bukan merupakan putusan akhir dan tidak dapat ditafsirkan sebagai penetapan kesalahan terhadap para responden. Seluruh pihak yang diperiksa tetap memiliki hak untuk menyampaikan pembelaan secara penuh sesuai Peraturan Disiplin ISTAF dan prinsip keadilan.

“Olahraga sepak takraw dibangun di atas nilai penghormatan, disiplin, sportivitas, dan integritas. Setiap pemain, pelatih, dan ofisial yang mengikuti kompetisi di bawah ISTAF memiliki tanggung jawab untuk menjunjung nilai-nilai tersebut serta menghormati kewenangan ofisial pertandingan dan peraturan kompetisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dimulainya proses disiplin tersebut mencerminkan komitmen ISTAF dalam menjaga integritas setiap kompetisi yang diselenggarakan sekaligus memastikan seluruh pihak mendapatkan proses pemeriksaan yang adil dan tidak memihak.

BACA JUGA  Inflasi Tinggi, Mendag: Harga "Minyakita" Bakal Naik

ISTAF juga akan terus mempertahankan standar profesionalisme, tata kelola dan sportivitas dalam seluruh kompetisi yang berada di bawah naungannya.

“Setiap tindakan yang berpotensi merusak integritas pertandingan maupun reputasi olahraga sepak takraw, akan ditangani melalui mekanisme disiplin yang adil, transparan, dan sesuai prinsip due process,” tegas Datuk Abdul Halim yang juga Presiden Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF).

Karena proses disiplin masih berlangsung, pihaknya menyatakan belum akan memberikan komentar lebih lanjut terkait substansi perkara hingga seluruh tahapan pemeriksaan selesai.(red)