SUDUTPANDANG.ID – Putri Bajrakitiyabha Mahidol, putri sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari tiga tahun.
Kabar duka wafatnya Putri Bajrakitiyabha Mahidol, tersebut diumumkan Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand, Jumat (12/6/2026).
Dilansir Sudutpandang.id, dalam pernyataannya, istana kerajaan menyebut Putri Bajrakitiyabha meninggal dunia dengan tenang pada Kamis (11/6) malam setelah kondisi kesehatannya terus memburuk akibat infeksi pada bagian perut.
Jenazah Putri Bajrakitiyabha akan disemayamkan di Istana Agung Bangkok.
Prosesi pemakaman akan dilaksanakan dengan penghormatan tertinggi sesuai tradisi kerajaan Thailand.
Di Thailand, Putri Bajrakitiyabha dikenal dengan sapaan “Putri Bha”.
Ia merupakan anak tunggal dari pernikahan pertama Raja Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali.
Sebelum menjalankan tugas-tugas kerajaan, Putri Bajrakitiyabha menempuh pendidikan hukum di Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat.
Ia meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Cornell dan kemudian berkarier sebagai jaksa serta diplomat.
Dalam perjalanan kariernya, Putri Bajrakitiyabha pernah menjabat sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria.
Ia juga mengemban berbagai tugas di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk pada isu-isu yang berkaitan dengan perempuan dan sistem pemasyarakatan.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian Putri Bajrakitiyabha adalah peningkatan perlindungan hak-hak perempuan, termasuk upaya memperbaiki kondisi kehidupan perempuan yang menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan.
Sebagai anggota keluarga kerajaan, Putri Bajrakitiyabha juga menjalankan berbagai tugas seremonial dan sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir sebelum jatuh sakit, ia memegang sejumlah posisi penting yang berkaitan dengan institusi kerajaan.
Dirawat Sejak Desember 2022
Putri Bajrakitiyabha dirawat di rumah sakit sejak Desember 2022 setelah mengalami gangguan kesehatan secara mendadak.
Biro Rumah Tangga Kerajaan pada Mei 2026 mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya dilaporkan terus menurun dan bergantung pada peralatan medis untuk membantu fungsi paru-paru serta ginjal.
Setahun sebelum menjalani perawatan, Putri Bajrakitiyabha diangkat ke posisi senior dalam komando pengawal kerajaan.
Ia juga dikenal memiliki hubungan yang dekat dengan Raja Vajiralongkorn.
Kepergian Putri Bajrakitiyabha menutup perjalanan seorang anggota keluarga kerajaan yang selama bertahun-tahun terlibat dalam bidang hukum, diplomasi, dan kegiatan sosial, baik di Thailand maupun di tingkat internasional.(red)










