Kemenpora Buka Suara soal Rizki Juniansyah

Lifter Indonesia Rizki Juniansyah dipastikan absen pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah CAS menolak permohonan pencabutan penangguhan sementara. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Indonesia harus kehilangan salah satu andalan di cabang olahraga angkat besi pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Lifter nasional Rizki Juniansyah dipastikan tidak dapat bertanding setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan pencabutan penangguhan sementara yang dijatuhkan International Weightlifting Federation (IWF).

Keputusan tersebut membuat Rizki tidak bisa turun membela Indonesia dalam ajang olahraga terbesar di Asia yang berlangsung di Jepang.

Absennya peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu menjadi perhatian karena Rizki sebelumnya merupakan salah satu atlet yang diandalkan untuk menyumbang prestasi bagi kontingen Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan pemerintah menghormati keputusan CAS.

Menurut dia, proses hukum terhadap Rizki masih berjalan sehingga seluruh pihak perlu menahan diri dan tidak mengambil kesimpulan sebelum adanya keputusan akhir.

“Kita tentu menyayangkan Rizki tidak bisa bertanding di Asian Games kali ini. Tetapi kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan di CAS dan tidak berspekulasi mendahului keputusan akhir,” kata Erick, Senin (28/9/2026).

Erick menjelaskan, persoalan yang tengah dihadapi Rizki berkaitan dengan kewajiban pelaporan keberadaan atlet atau whereabouts dalam sistem pengawasan antidoping.

BACA JUGA  John Herdman Pahami Rivalitas Indonesia-Malaysia

Ia menegaskan perkara tersebut bukan perkara penggunaan substansi terlarang.

Karena itu, pemerintah memilih untuk memberikan dukungan kepada Rizki sembari memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Perlu digarisbawahi bahwa sangkaan terhadap Rizki bukan soal penggunaan substansi terlarang, tapi soal pelaporan kehadiran atau whereabouts,” ujar Erick.

Kemenpora Koordinasi dengan KOI dan PABSI

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak ingin Rizki menghadapi proses tersebut sendiri.

Erick mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI).

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan Rizki memperoleh pendampingan selama proses hukum di CAS berlangsung.

“Kemenpora terus berkoordinasi dengan KOI dan PABSI untuk mengawal bersama proses kasus ini. Kita ingin memastikan Rizki mendapatkan pendampingan yang maksimal dan dapat menjalani proses ini dengan sebaik-baiknya,” kata Erick.

Bagi Indonesia, kehilangan Rizki tentu menjadi situasi yang tidak mudah. Atlet asal Serang, Banten, tersebut memiliki catatan prestasi internasional yang cukup menonjol.

Rizki mencuri perhatian dunia ketika meraih medali emas Olimpiade Paris 2024. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu lifter muda Indonesia yang memiliki catatan penting di panggung internasional.

BACA JUGA  Ketum PSSI Erick Thohir Gandeng Polri Libas Mafia Bola

Namun, Erick meminta absennya Rizki di Asian Games 2026 tidak dipandang sebagai akhir perjalanan sang atlet.

Menurut dia, karier seorang atlet berlangsung panjang dan satu kompetisi tidak menentukan seluruh perjalanan prestasinya.

“Perjuangan seorang atlet tidak berhenti hanya karena satu kompetisi. Sekarang kita harus memberikan dukungan agar dia bisa menghadapi proses kasus ini dengan baik,” tutur Erick.

Rizki Tetap Didukung Jalani Proses CAS

Pemerintah juga meminta Rizki tetap menjaga semangat dan fokus menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung.

Erick mengatakan dukungan terhadap Rizki tetap diberikan dengan tetap menghormati aturan serta mekanisme yang berlaku dalam proses arbitrase olahraga internasional.

“Pemerintah, KOI, PABSI, dan seluruh masyarakat olahraga Indonesia tentu memberikan dukungan untuk Rizki. Jalani prosesnya dengan baik, hormati mekanismenya, dan kita akan kawal bersama,” tegasnya.

Penolakan CAS terhadap permohonan pencabutan penangguhan sementara membuat Rizki harus menerima konsekuensi tidak dapat tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Meski demikian, keputusan tersebut belum menjadi akhir dari keseluruhan perkara. Proses pemeriksaan terhadap pokok kasus masih berlangsung dan keputusan final mengenai perkara Rizki belum ditetapkan.

BACA JUGA  FIFA Akan Berkantor di Jakarta untuk Persiapkan Piala Dunia U-20 2023

Karena itu, Erick mengingatkan semua pihak untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap kasus tersebut. Pemerintah memilih menunggu proses hukum berjalan hingga tuntas.

“Kita berharap proses ini bisa berjalan dengan baik. Kami ingin Rizki tetap memiliki masa depan yang panjang sebagai atlet dan terus bisa memberikan prestasi untuk Merah Putih,” ujar Erick.

Absennya Rizki membuat perhatian kini tertuju pada proses hukum yang akan dijalani berikutnya. Kemenpora bersama KOI dan PABSI akan terus mengikuti perkembangan perkara tersebut sembari memberikan pendampingan kepada atlet.

Bagi Rizki, proses di CAS menjadi bagian penting untuk menentukan kelanjutan perkara yang membuatnya harus melewatkan Asian Games 2026. Sementara bagi Indonesia, dukungan terhadap sang lifter tetap diberikan sambil menunggu hasil akhir proses hukum. (AFF/09).