Ketum PB Al-Khairiyah Akan Surati Presiden, Minta Impor Baja Slab PT Krakatau Steel Diinvestigasi

Ketum PB Al-Khairiyah Akan Surati Presiden, Minta Impor Baja Slab PT Krakatau Steel Diinvestigasi
Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin. (Foto: Dok. Pribadi)

CILEGON-BANTEN|SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, H. Ali Mujahidin, menyatakan akan melayangkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta agar CEO Danantara Rosan Roeslani dan aparat penegak hukum (APH) segera menginvestigasi kebijakan impor bahan baku baja slab oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Dalam keterangan pers yang diterima Sabtu (25/7/2026), Ali Mujahidin menilai pemerintah perlu menelusuri proses pengadaan baja slab yang diduga berpotensi menimbulkan kerugian bagi perusahaan maupun keuangan negara.

Menurut Ali, berdasarkan informasi yang diklaim diperoleh dari sumber internal perusahaan, PT Krakatau Steel mengimpor baja slab dari China sekitar Maret 2026. Ia menduga pengadaan tersebut menggunakan dukungan pendanaan dari Danantara.

BACA JUGA  Mampu Reduksi Emisi Hingga 44 Persen, PLN Dorong Optimalisasi FABA PLTU

Ali juga menyebutkan bahwa baja slab yang diimpor hingga kini masih tersimpan di sekitar area pabrik Hot Strip Mill (HSM) 1 Krakatau Steel. Menurut dia, belum terdapat kepastian mengenai rencana distribusi maupun penjualan produk hasil pengolahan baja tersebut.

“Bila benar tidak didukung kepastian pasar, kondisi seperti ini perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan potensi kerugian di kemudian hari,” kata Ali dalam keterangannya.

Ia menambahkan, pihaknya akan meminta Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Danantara melakukan pemantauan dan investigasi terhadap penggunaan dana investasi, termasuk memastikan pengadaan bahan baku dilakukan berdasarkan perencanaan bisnis yang jelas.

“Kami berharap investasi negara melalui Danantara dikelola secara akuntabel dan tidak disalahgunakan,” harapnya.

BACA JUGA  Dandim Kediri Desak Pemkot Percepat Realisasi Gerai KKMP

Ali juga menyinggung adanya sorotan publik terhadap sejumlah persoalan yang terjadi di lingkungan grup Krakatau Steel, termasuk proses hukum yang diduga melibatkan anak usaha perusahaan dan insiden kebakaran di salah satu fasilitas produksi.

Namun, Ketum PB Al-Khairiyah yang akrab disapa Haji Mumu itu, tidak menyampaikan bukti yang mengaitkan persoalan tersebut dengan pengadaan baja slab yang dipermasalahkannya.

Sebagai informasi, PB Al-Khairiyah merupakan organisasi kemasyarakatan Islam yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial di Provinsi Banten.

Hingga berita ini ditayangkan, PT Krakatau Steel, Danantara, maupun pihak terkait lainnya belum memberikan tanggapan atas pernyataan Ketum PB Al-Khairiyah tersebut.(red)