Kokurikuler Kelas VIII SPANPA: Field Trip ke Fish Edupark, Murid Belajar Mengolah Bandeng Jelak dan Mengenal Ekosistem Laut

Kegiatan kokurikuler kelas VIII bertema Pengolahan Pangan Berbahan Dasar Ikan melalui field trip ke Fish Edupark Dinas Perikanan Kota Pasuruan pada 28–29 Oktober 2026.(Foto Istimewa)

KOTA PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – SMP Negeri 4 Pasuruan (SPANPA) melaksanakan kegiatan kokurikuler kelas VIII bertema Pengolahan Pangan Berbahan Dasar Ikan melalui field trip ke Fish Edupark Dinas Perikanan Kota Pasuruan pada 28–29 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar kontekstual yang mengintegrasikan keterampilan pengolahan pangan, ilmu perikanan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Sukwanti Astiwi, S.E., M.M., selaku Kepala Bidang Perikanan. Sambutan tersebut menjadi pembuka kegiatan edukatif yang mengajak murid mengenal potensi perikanan daerah serta pentingnya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan sumber daya perikanan secara bijak.

Suasana kegiatan semakin semarak melalui Senam Gemar Ikan, yang mengajak murid membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein dan zat gizi yang bermanfaat bagi pertumbuhan.

Sebelum memasuki kegiatan inti, murid mengikuti pretes untuk mengetahui pengetahuan awal mereka mengenai pengolahan pangan berbahan dasar ikan, kualitas air, kehidupan ikan, serta ekosistem laut dan mangrove. Hasilnya menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk melihat perkembangan pemahaman murid setelah mengikuti rangkaian kegiatan.

Empat Pos Edukasi, Empat Pengalaman Bermakna

Kegiatan inti dikemas dalam empat pos edukasi yang memberikan pengalaman belajar beragam kepada murid.

BACA JUGA  Sandiaga Masuk Kabinet, Jadi Pesan Khusus Jokowi Agar Indonesia Bersatu

Pos 1: Demonstrasi Pengolahan Ikan Bandeng Jelak

Pada pos pertama, murid mengikuti demonstrasi pengolahan ikan bandeng Jelak, salah satu potensi pangan lokal Kota Pasuruan. Murid diperkenalkan pada proses pengolahan ikan menjadi produk pangan yang menarik dan bernilai tambah. Kegiatan ini mengajak murid memahami pentingnya kebersihan, ketelitian, kreativitas, dan keamanan pangan dalam menghasilkan olahan yang berkualitas.

Melalui kegiatan ini, murid juga memperoleh inspirasi bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi peluang usaha melalui inovasi pengolahan pangan.

Pos 2: Uji Kualitas Air

Di pos kedua, murid mendapatkan edukasi tentang kualitas air dan perannya dalam mendukung kehidupan organisme perairan. Murid diajak mengenal pentingnya menjaga kondisi air agar tetap sesuai bagi kehidupan ikan dan keseimbangan ekosistem.

Pengalaman ini memperkenalkan murid pada cara berpikir ilmiah melalui pengamatan dan pengujian, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian sumber daya air.

Pos 3: Edukasi Anatomi dan Cara Reproduksi Ikan

Pada pos ketiga, murid mempelajari bagian-bagian tubuh ikan serta cara ikan berkembang biak. Materi ini membantu murid memahami karakteristik biologis ikan, proses reproduksi, dan pentingnya menjaga keberlangsungan populasi ikan.

Pembelajaran berlangsung lebih kontekstual karena murid dapat menghubungkan konsep yang dipelajari dengan kehidupan organisme perairan secara langsung.

BACA JUGA  Percepat Akses Desa, Satgas TMMD 127 Kerjakan Paving Jalan di Dusun Tumpuk

Pos 4: Edukasi Ekosistem Laut dan Mangrove

Pada pos keempat, murid memperoleh pengetahuan mengenai ekosistem laut dan mangrove serta peran pentingnya bagi kehidupan. Mangrove berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir, habitat berbagai organisme, dan bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Melalui edukasi ini, murid diharapkan semakin memahami bahwa pemanfaatan sumber daya perikanan harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti mengurangi sampah plastik, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak merusak ekosistem pesisir.

Postes untuk Mengukur Perkembangan Pemahaman

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan di empat pos, murid mengikuti postes untuk mengetahui perkembangan pemahaman setelah mendapatkan pengalaman belajar secara langsung. Pretes dan postes menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran untuk melihat perubahan pengetahuan murid selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran tidak harus terbatas di dalam ruang kelas. Lingkungan belajar di luar sekolah dapat menjadi sumber pengetahuan yang memperkaya pengalaman, melatih keterampilan, dan membangun kesadaran murid terhadap potensi daerahnya.

Melalui kegiatan kokurikuler ini, murid tidak hanya belajar tentang pengolahan pangan berbahan dasar ikan, tetapi juga mengenal aspek sains, budidaya, reproduksi ikan, kualitas air, serta pelestarian ekosistem laut dan mangrove. Perpaduan materi tersebut memperkuat pemahaman bahwa pangan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan saling berkaitan.

BACA JUGA  Bupati Subandi Terbitkan SE Sertifikasi Halal

Kegiatan field trip ke Fish Edupark Dinas Perikanan Kota Pasuruan pada 28–29 Oktober 2026 menjadi pengalaman belajar yang diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan tanggung jawab murid. Lebih jauh, kegiatan ini mengajak murid untuk mengenali potensi lokal, menghargai sumber daya alam, serta mengembangkan gagasan kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui semangat SPANPA SMART (Sehat, Merdeka, Aman, Religius, dan Tepercaya), SMP Negeri 4 Pasuruan terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan nyata.

Mengenal potensi lokal, mengolah pangan dengan kreativitas, dan menjaga lingkungan untuk masa depan yang berkelanjutan. (ACZ)