JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, memberikan dukungan penuh kepada Olympian angkat besi Indonesia, Windy Cantika Aisah, yang akan melanjutkan pendidikan Magister (S2) di Korea Selatan.
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Windy di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain membahas rencana studi Windy di luar negeri, keduanya juga berdiskusi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan sebagai bekal masa depan atlet.
Marciano menilai langkah yang diambil Windy merupakan contoh positif bagi atlet-atlet Indonesia. Menurutnya, atlet tidak hanya dituntut berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga harus mempersiapkan kualitas sumber daya manusia agar tetap mampu berkontribusi setelah mengakhiri karier olahraga.
“Saya mengapresiasi semangat Windy yang tidak hanya ingin terus berprestasi sebagai atlet, tetapi juga meningkatkan kapasitas akademiknya. Pendidikan dan olahraga dapat berjalan beriringan apabila direncanakan dengan baik. Saya berharap Windy tetap menjaga komitmennya sebagai atlet dan terus mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional,” ujar Marciano.
Windy Cantika merupakan salah satu lifter putri terbaik yang dimiliki Indonesia. Atlet kelahiran Bandung itu telah mengukir berbagai prestasi bergengsi di level internasional sejak usia muda.
Namanya mulai menjadi perhatian dunia setelah berhasil meraih medali perunggu pada nomor 49 kilogram Olimpiade Tokyo 2020, menjadikannya salah satu atlet termuda Indonesia yang sukses meraih medali Olimpiade.
Tak hanya itu, Windy juga mendominasi Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior.
Pada Kejuaraan Dunia Junior 2021 di Uzbekistan, ia sukses menyabet tiga medali emas. Prestasi tersebut kembali diulang pada Kejuaraan Dunia Junior 2022 di Heraklion, Yunani, dengan meraih tiga medali emas lainnya.
Rangkaian prestasi tersebut mengukuhkan Windy sebagai salah satu atlet masa depan Indonesia yang diharapkan mampu terus bersaing di level dunia.
Namun di balik keberhasilannya di arena olahraga, Windy juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap pendidikan.
Ia telah menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) dan kini memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi Magister di Korea Selatan.
Bagi Windy, pendidikan merupakan investasi penting yang harus dipersiapkan sejak dini tanpa harus mengorbankan karier sebagai atlet nasional.
Dalam kesempatan itu, Marciano menegaskan bahwa KONI Pusat selama ini terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan atlet melalui berbagai kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia.
Menurutnya, pembinaan atlet modern tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga harus mampu menyiapkan masa depan atlet setelah pensiun dari dunia olahraga.
“Atlet memiliki masa pengabdian di arena pertandingan yang terbatas. Karena itu, pendidikan menjadi investasi penting agar setelah menyelesaikan karier sebagai atlet, mereka tetap memiliki kesempatan untuk berkarya dan memberikan kontribusi kepada bangsa di berbagai bidang,” kata Marciano.
Ia menambahkan, KONI Pusat akan terus memperluas akses pendidikan bagi atlet melalui kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pembinaan olahraga prestasi yang berkelanjutan.
Marciano berharap semakin banyak atlet Indonesia mengikuti jejak Windy dengan tetap mengejar pendidikan tanpa meninggalkan target prestasi.
Menurutnya, kombinasi antara prestasi olahraga dan pendidikan akan melahirkan sumber daya manusia olahraga yang unggul, profesional, serta mampu menjadi pemimpin di masa depan.

Sementara itu, Windy Cantika mengaku bersyukur atas kesempatan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke Korea Selatan.
Ia mengatakan, keberangkatan tersebut tidak berarti mengakhiri kariernya sebagai atlet angkat besi Indonesia.
Sebaliknya, ia ingin tetap menjalani latihan dan mengikuti berbagai kejuaraan internasional sambil menyelesaikan pendidikan.
“Alhamdulillah saya telah menyelesaikan pendidikan S1 dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S2 di Korea. Tujuan saya beraudiensi kali ini untuk meminta arahan terkait langkah yang harus saya ambil. Saya ingin tetap menjadi atlet, tetap berlatih, dan terus mempersembahkan prestasi untuk Indonesia. Mudah-mudahan saya bisa menjalankan pendidikan dan karier sebagai atlet secara seimbang,” ujar Windy.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Pusat yang selama ini memberikan perhatian terhadap pengembangan atlet, tidak hanya dari sisi prestasi olahraga tetapi juga pendidikan.
Menurut Windy, dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi dirinya untuk terus berkembang sebagai atlet sekaligus meningkatkan kapasitas akademik.
Audiensi tersebut menjadi gambaran komitmen KONI Pusat dalam membangun sistem pembinaan atlet secara menyeluruh.
Selain menargetkan prestasi di berbagai kejuaraan internasional, KONI juga ingin memastikan para atlet memiliki bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi untuk menghadapi kehidupan setelah pensiun dari dunia olahraga.
Kisah Windy Cantika diharapkan menjadi inspirasi bagi atlet muda Indonesia bahwa pendidikan dan olahraga bukanlah dua pilihan yang harus dipertentangkan.
Dengan manajemen waktu, disiplin, dan dukungan dari berbagai pihak, keduanya dapat berjalan beriringan sehingga melahirkan atlet berprestasi sekaligus sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di tingkat global.(09/AGF)










