Berkuda Memanah Indonesia Siapkan Atlet Menuju PON 2028

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman meninjau IHAA Intensive Bootcamp 2026 di APM Equestrian Centre, Tangerang, yang diikuti 21 peserta dari 15 provinsi sebagai bagian dari persiapan menuju PON XXII/2028. (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Federasi Nasional (FN) Pordasi Berkuda Memanah Indonesia memperkuat pembinaan atlet dan pelatih melalui International Horseback Archery Alliance (IHAA) Intensive Bootcamp 2026. Program pelatihan yang melibatkan 21 peserta dari 15 provinsi tersebut menjadi salah satu langkah strategis menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.

Pelatihan berlangsung pada 1-7 November 2026 di Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Centre, Tangerang, Banten. Memasuki hari keempat, Rabu (4/11/2026), program ini mendapat perhatian langsung dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman.

Marciano meninjau kegiatan didampingi Ketua Bidang Kerja Sama Dalam Negeri KONI Pusat Mayjen TNI Purn Victor Simatupang serta perwakilan KONI Provinsi Banten. Dukungan terhadap program tersebut juga ditunjukkan Counsellor II Sports Affairs Kedutaan Besar Hungaria untuk Indonesia, Laszlo Karoly.

IHAA Intensive Bootcamp menghadirkan pelatih internasional asal Hungaria, Christoph Nemethy. Kehadirannya memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari teknik, metode latihan, dan pendekatan kepelatihan berkuda memanah yang diterapkan di tingkat internasional.

Selama empat hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan intensif untuk meningkatkan kemampuan teknis, ketepatan, konsistensi, sikap, serta pemahaman terhadap standar berkuda memanah internasional.

Christoph Nemethy mengapresiasi antusiasme dan perkembangan peserta selama mengikuti program. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kekuatan dalam olahraga berkuda memanah dunia.

Menurut Christoph, semangat belajar, kerja keras, dan kemampuan bekerja sama menjadi modal penting bagi atlet maupun pelatih Indonesia dalam meningkatkan prestasi.

“Saya sangat mengapresiasi semangat para peserta yang memiliki keinginan kuat untuk belajar, bekerja keras, dan berkolaborasi sebagai sebuah tim. Setelah melihat perkembangan mereka selama empat hari pelatihan, saya yakin mereka adalah masa depan berkuda memanah Indonesia,” ungkap Christoph.

BACA JUGA  Adnan/Mychelle dan Rinov/Pitha Perkuat Komunikasi

Ia juga menilai kondisi iklim Indonesia yang memungkinkan latihan sepanjang tahun menjadi keunggulan dalam membangun pembinaan berkelanjutan.

Pengalaman atlet Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional, termasuk di Hungaria, turut memperlihatkan potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh.

Christoph juga memberikan apresiasi terhadap fasilitas APM Equestrian Centre yang dinilainya memiliki standar tinggi dan mendukung penyelenggaraan pelatihan berkuda memanah.

Ia berharap program serupa dapat diperluas, terutama melalui pelatihan bagi pelatih. Dengan begitu, pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada atlet dan pelatih di berbagai daerah.

Selain kemampuan teknis, Christoph mengingatkan pentingnya kualitas peralatan. Menurutnya, perlengkapan yang sesuai standar berpengaruh terhadap kenyamanan, ketepatan, dan performa atlet ketika bertanding.

Ketua Umum FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia, Triwatty Marciano, menjelaskan bahwa IHAA Intensive Bootcamp merupakan bagian dari persiapan menuju PON XXII/2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Triwatty mengatakan, peserta merupakan perwakilan pelatih dan atlet dari berbagai provinsi. Pemilihan peserta diserahkan kepada masing-masing ketua pengurus provinsi agar materi pelatihan dapat diterapkan dan dikembangkan di daerah.

“Pelatihan ini kami selenggarakan bagi perwakilan pelatih dan atlet berkuda memanah dari berbagai provinsi sebagai persiapan menghadapi PON XXII/2028. Pemilihan peserta kami percayakan sepenuhnya kepada masing-masing Ketua Pengurus Provinsi agar ilmu yang diperoleh dapat diteruskan dan dikembangkan di daerah masing-masing,” kata Triwatty.

Ia menambahkan, kehadiran Christoph Nemethy merupakan upaya menghadirkan standar pembinaan internasional untuk memperkuat daya saing atlet Indonesia.

BACA JUGA  Ponpes Jadi Sorotan, Ini Kata Ustadz Enting

Selain pembinaan sumber daya manusia, FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia juga mempersiapkan pembangunan fasilitas berkuda memanah berstandar internasional.

Lokasi yang sedang dipertimbangkan berada di Desa Lantan atau Desa Setiling, Nusa Tenggara Barat. Penentuan lokasi masih menunggu keputusan Gubernur NTB.

Triwatty berharap fasilitas tersebut dapat menjadi pusat pelatihan berkuda memanah di Asia Tenggara sekaligus ruang kolaborasi dengan pelatih internasional.

IHAA Intensive Bootcamp juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dan Hungaria melalui diplomasi olahraga atau sport diplomacy.

Keterlibatan pelatih Hungaria membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta metode pembinaan yang dapat memperkuat hubungan kedua negara.

Counsellor II Sports Affairs Kedutaan Besar Hungaria, Laszlo Karoly, menyambut positif kolaborasi tersebut.

“Kami sangat senang melihat Indonesia dan Hungaria dapat menjalin kerja sama melalui olahraga yang memiliki arti penting bagi kedua negara. Kami berharap ke depan hubungan dan kolaborasi antara Hungaria dan Indonesia semakin erat dan kuat, khususnya dalam pengembangan olahraga berkuda memanah,” ujar Laszlo.

Kerja sama ini tidak hanya diarahkan pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga pengembangan industri olahraga atau sport industry.

FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia merencanakan pertukaran keahlian antara pengrajin Hungaria dan Indonesia, khususnya dalam pembuatan busur, panah, serta perlengkapan berkuda memanah lainnya.

Melalui program tersebut, pengrajin lokal diharapkan mendapatkan kesempatan mempelajari teknik produksi dan meningkatkan kualitas peralatan agar mampu memenuhi standar internasional.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat industri pendukung olahraga sekaligus membuka peluang bagi produk lokal untuk berkembang di pasar internasional.

BACA JUGA  Nikita Mirzani Bantah Seluruh Tuduhan Reza Gladys dalam Sidang

IHAA Intensive Bootcamp merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia dan Nemethy Horseback Archery Sport Association.

Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 10 Agustus 2026 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Budapest, Hungaria.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berupaya membangun sistem pembinaan berkuda memanah yang berkelanjutan dan mengacu pada standar internasional.

Program tersebut diharapkan mampu menghasilkan atlet dan pelatih yang memiliki kemampuan teknis, mental bertanding, serta kesiapan menghadapi kompetisi nasional dan internasional.

Dengan melibatkan peserta dari 15 provinsi, pelatihan ini juga menjadi sarana memperluas jaringan pembinaan berkuda memanah di Indonesia.

IHAA Intensive Bootcamp dijadwalkan berakhir pada 7 November 2026. Hasil pelatihan diharapkan dapat menjadi bekal bagi pengembangan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan industri olahraga berkuda memanah.

Kolaborasi Indonesia dan Hungaria tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem berkuda memanah nasional yang lebih kompetitif, sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi PON XXII/2028 dan persaingan olahraga internasional. (AGF/04)