BLORA-JATENG | SUDUTPANDANG.ID — Di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, tinggallah Mbah Sumi (70), seorang lansia yang hidup sebatang kara sepenuhnya. Ia tidak memiliki siapa-siapa, dan kehidupannya sehari-hari hanya bergantung pada belas kasih orang-orang yang menyisihkan sedikit rezeki untuknya. Itulah yang ia sebut sebagai pemberian Tuhan yang datang melalui tangan sesama.
Mbah Sumi menempati bangunan yang sama sekali tidak layak dihuni: berukuran hanya sekitar 2×3 meter, berlantai tanah, berdinding kayu yang sudah rapuh dan berjarak renggang, tanpa penerangan memadai sehingga suasana di dalamnya selalu remang-remang.
Bagian yang dipakai sebagai tempat tidur pun berantakan, bercampur tumpukan kayu bakar. Pakaian yang dikenakannya tampak lusuh, dan aroma kurang sedap menyelimuti tubuhnya tanda ia sulit merawat diri sendiri tanpa bantuan siapa pun.
Kondisi memprihatinkan ini baru terungkap menjelang aksi sosial Media Peduli. Seorang tetangga yang mengetahui keberadaan Mbah Sumi menghubungi salah satu anggota rombongan, memohon agar lansia ini turut mendapat jatah bantuan sembako.
“Teguh kei sembako 1 paket a. Desa Jurangjero 01/03 Bogorejo Blora, sangat memprihatinkan hidup sebatang kara fisiknya yo gak sempurna,” tulis Nina melalui pesan WhatsApp kepada anggota Media Peduli pada Kamis (27/8/2026).
Tak hanya meminta bantuan, ia juga mengirimkan video Mbah Sumi yang memperlihatkan saat lansia itu merendam butiran beras lalu memakannya. Saat bercerita, suaranya terdengar penuh kesedihan melihat kehidupan Mbah Sumi yang sebatang kara.
Setelah menerima cerita dan video tersebut, tim Media Peduli segera menyampaikannya kepada salah satu pimpinan di Polres Blora serta ketua tim. Mendengar kabar itu, pejabat Polres Blora tersebut menitipkan bantuan rezeki untuk Mbah Sumi.
Jumat (28/8/2026), tim langsung berangkat menuju kediaman Mbah Sumi membawa paket sembako. Banyak anggota tim tak kuasa menahan air mata menyaksikan langsung kondisi tempat tinggalnya.
Di lokasi, hadir seseorang yang mengaku sebagai keponakan Mbah Sumi. Ia bercerita bahwa sebelumnya Mbah Sumi sempat tinggal serumah bersamanya, namun akhirnya memilih tinggal sendirian di bangunan kecil di belakang rumah itu.
Setelah kunjungan tersebut, tim Media Peduli bermusyawarah dan memutuskan menindaklanjuti kasus ini secara serius. Mereka menghubungi berbagai pihak berwenang: Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Kepala Dinas Sosial, Ketua Baznas Blora, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, PMI Kabupaten Blora, hingga perangkat desa setempat.
Merespons laporan tersebut, pada Senin (31/8/2026) Wakil Bupati Sri Setyorini turun langsung ke lokasi didampingi Dinas Sosial, Baznas, PMI, Dindukcapil, pihak Kecamatan, Puskesmas Bogorejo, serta perangkat desa. Meninjau langsung kondisi warga rentan ini, Wakil Bupati menyatakan pemerintah akan memastikan seluruh hak dasar terpenuhi mulai dari administrasi kependudukan hingga akses layanan kesehatan.
“Kami ucapkan terima kasih atas kepedulian media terhadap warga Blora yang belum terjangkau. Hari ini kami langsung turun memberikan bantuan dan memastikan administrasi kependudukan serta layanan kesehatan mereka terpenuhi,” ujar Sri Setyorini yang akrab disapa Budhe Rini.
Kunjungan ini menjadi awal perhatian serius pemerintah daerah terhadap nasib Mbah Sumi. Diharapkan langkah ini juga menjadi contoh agar warga maupun perangkat desa lebih peka dan sigap menangani warga rentan yang masih membutuhkan uluran tangan. (Teguh/01)



