JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Tim Nasional (Timnas) Basket 3×3 Putri Indonesia terus mematangkan persiapan menuju Asian Games 2026 dengan mengikuti rangkaian FIBA 3×3 Women’s Series 2026.
Setelah mendapatkan pengalaman berharga pada seri Xiantao Stop di China, skuad Merah Putih kini mengalihkan fokus untuk tampil lebih kompetitif pada Batam Stop 2026 yang akan digelar di Alun-Alun Engku Putri, Batam, Kepulauan Riau, pada 23–24 Juli 2026.
Keikutsertaan dalam ajang internasional tersebut menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang disiapkan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP PERBASI) untuk meningkatkan kualitas permainan tim sebelum berlaga pada Asian Games XX di Aichi-Nagoya, Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 3 Oktober 2026.
Asisten pelatih Timnas Basket 3×3 Putri, Andrie Ekayana, mengatakan pengalaman tampil di Xiantao Stop memberikan banyak pelajaran penting bagi tim, terutama mengenai standar persaingan di level internasional.
Menurut pelatih yang akrab disapa Coach Yayan itu, hasil evaluasi dari turnamen di China menunjukkan bahwa masih banyak aspek yang harus dibenahi agar mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia.
“Pelajaran berharga dari Xiantao membuat kami mengetahui bahwa tim ini masih jauh dari standar Women’s Series, baik dari sisi fisik, keterampilan individu maupun taktik permainan,” ujar Coach Yayan.
Coach Yayan menjelaskan, FIBA 3×3 Women’s Series Batam Stop akan menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan para pemain setelah menjalani evaluasi dan latihan intensif pasca-Xiantao Stop.
Ia berharap seluruh pemain mampu memperbaiki berbagai kekurangan yang ditemukan pada seri sebelumnya, baik dalam aspek pertahanan, transisi permainan, pengambilan keputusan, maupun penyelesaian akhir.
“Di Batam Stop 2026 kami ingin melihat sejauh mana progres tim setelah melakukan evaluasi. Harapannya, para pemain mampu memperbaiki kesalahan dan menunjukkan perkembangan yang signifikan,” katanya.
Menurutnya, menghadapi kompetisi internasional secara rutin merupakan bagian penting dari proses pembentukan tim yang kompetitif. Semakin banyak pertandingan berkualitas yang dijalani, semakin matang pula kesiapan mental dan teknis para pemain.
PERBASI terus menyusun program uji coba internasional sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026.
Setelah tampil di Batam Stop, Timnas Basket 3×3 Putri masih dijadwalkan mengikuti satu seri FIBA 3×3 Women’s Series di Tokyo, Jepang, sebelum bertolak ke Asian Games.
Coach Yayan mengungkapkan pihaknya juga berharap tim dapat mengikuti satu seri internasional tambahan agar para pemain memperoleh lebih banyak pengalaman menghadapi lawan-lawan berkualitas.
“Sebelum Asian Games masih ada seri di Tokyo. Kami juga berharap bisa mengikuti satu seri lagi agar persiapan tim semakin maksimal,” ujarnya.
Pada Batam Stop 2026, tim pelatih mempertahankan komposisi pemain yang sebelumnya tampil di Xiantao Stop.
Empat pemain yang kembali dipercaya memperkuat Indonesia adalah Diva Intan Nur Fadillah dari GMC Cirebon, Thasya Hery Saputera dari Surabaya Fever, Lidwina Ruth Riratri Dwi Saputri dari SPARTAN Yogyakarta, dan Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi dari GMC Cirebon.
Keempat pemain tersebut diharapkan semakin solid setelah menjalani pengalaman bertanding di level internasional.
Dari sisi kepelatihan, Timnas Basket 3×3 Putri dipimpin Deny Sartika sebagai pelatih kepala, didampingi Andrie Ekayana sebagai asisten pelatih, Hendry Linanda sebagai manajer tim, serta Ruchi Pharamanandya Okta yang bertugas sebagai pelatih kekuatan dan pengondisian fisik (strength and conditioning coach).
Bermain di hadapan publik sendiri menjadi keuntungan tersendiri bagi Timnas Basket 3×3 Putri Indonesia.
Dukungan suporter diharapkan mampu meningkatkan motivasi para pemain untuk menampilkan permainan terbaik sekaligus memperbaiki hasil yang diperoleh pada seri sebelumnya.
Selain menjadi ajang evaluasi, Batam Stop juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengukur perkembangan program pembinaan basket 3×3 yang terus digencarkan PERBASI dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui kompetisi internasional yang berkesinambungan, diharapkan kualitas permainan para atlet semakin meningkat sehingga mampu bersaing dengan negara-negara kuat Asia.
Asian Games 2026 menjadi target utama Timnas Basket 3×3 Putri sepanjang musim ini.
Karena itu, setiap turnamen internasional dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembentukan tim yang solid, meningkatkan chemistry antarpemain, serta menyempurnakan strategi permainan.
PERBASI optimistis pengalaman bertanding di FIBA 3×3 Women’s Series akan menjadi modal penting bagi skuad Merah Putih dalam menghadapi persaingan ketat di Asian Games.
Dengan persiapan yang semakin matang, evaluasi berkelanjutan, serta jam terbang internasional yang terus bertambah, Timnas Basket 3×3 Putri Indonesia diharapkan mampu tampil lebih kompetitif dan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut. (09/AGF).










