Pameran Kartun “Indonesia Ha Ha Hi Hi 2026” Angkat Humor sebagai Media Edukasi

Pembina Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Chryshnanda Dwi Laksana, bersama Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Ilmu Kepolisian Irjen Pol. (Purn.) Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., berfoto bersama usai pembukaan Pameran Kartun "Indonesia Ha Ha Hi Hi 2026" di Balai Budaya Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Foto: Istimewa)

“Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui buku dan ruang kelas. Seni juga menjadi media pembelajaran yang mampu menyentuh hati, membangun imajinasi dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. Kartun menghadirkan pesan moral tanpa kehilangan unsur kegembiraan.”

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pameran kartun “Indonesia Ha Ha Hi Hi 2026” resmi dibuka di Balai Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). Sebanyak 30 kartunis dari berbagai daerah menampilkan lebih dari 40 karya yang mengangkat humor sebagai media edukasi, kritik sosial dan penguatan karakter.

Pameran yang diselenggarakan Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) bekerja sama dengan Kampoeng Semar dan Balai Budaya Jakarta itu dibuka oleh Irjen Pol. (Purn.) Susilo Teguh Raharjo, Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Ilmu Kepolisian. Hadir pula Pembina PAKARTI Komjen Pol. (Purn.) Prof. Chryshnanda Dwi Laksana.

BACA JUGA  Dukcapil Kota Kediri Tingkatkan Layanan Keliling dan Stok Blangko KTP Tersedia

Dalam sambutannya, Susilo Teguh Raharjo menyatakan bahwa seni dapat menjadi sarana pendidikan yang efektif karena mampu menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan dengan cara yang lebih dekat kepada masyarakat.

“Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui buku dan ruang kelas. Seni juga menjadi media pembelajaran yang mampu menyentuh hati, membangun imajinasi dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. Kartun menghadirkan pesan moral tanpa kehilangan unsur kegembiraan,” ujar lulusan Akpol 1990 kelahiran Demak itu.

Menurutnya, pendekatan kreatif melalui seni perlu terus dikembangkan untuk mendukung pendidikan karakter di tengah masyarakat.

Pameran Kartun "Indonesia Ha Ha Hi Hi 2026" Angkat Humor sebagai Media Edukasi
Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Ilmu Kepolisian, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., membuka Pameran Kartun “Indonesia Ha Ha Hi Hi 2026” yang menampilkan karya dari 30 kartunis di Balai Budaya Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Chryshnanda Dwi Laksana menilai kartun memiliki peran penting sebagai media komunikasi publik karena mampu menyampaikan pesan sosial melalui pendekatan yang ringan dan humanis.

“Di balik kelucuan sebuah gambar sering kali tersimpan refleksi mengenai kehidupan sosial, hukum, budaya, hingga nilai-nilai kebangsaan. Kartun mendorong masyarakat berpikir kritis tanpa kehilangan empati,” katanya.

BACA JUGA  Ketum PSN Tunjuk Tonizal Usut Dugaan Kriminalisasi Dwi Purbo di Cianjur

Ketua Panitia Jan Praba mengatakan, pameran tersebut diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi perkembangan seni kartun Indonesia sekaligus mempertemukan kartunis dengan masyarakat.

Menurutnya, kartun memiliki kekuatan menyampaikan gagasan besar melalui bahasa visual yang sederhana sehingga mudah dipahami berbagai kalangan.

Mewakili Balai Budaya Jakarta, Syahnagra menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran sejalan dengan komitmen Balai Budaya Jakarta sebagai ruang publik yang terbuka bagi berbagai bentuk ekspresi seni.

Selain menikmati puluhan karya kartun, pengunjung juga dapat mengikuti diskusi dan sesi berbagi pengalaman bersama para kartunis mengenai proses kreatif, perkembangan seni kartun Indonesia, serta peran kartun dalam membangun literasi visual dan budaya kritis.

Pada kesempatan itu, pelukis Ames Abadi menyerahkan lukisan berjudul “Muti” kepada Susilo Teguh Raharjo sebagai bentuk apresiasi.

BACA JUGA  Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PTPN IV PalmCo Perkuat Komitmen ESG melalui Aksi Nyata

Sebagai informasi, ameran “Indonesia Ha Ha Hi Hi 2026” berlangsung selama delapan hari dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.(red)