Panduan Salat Idul Adha 1447 H: Niat, Tata Cara dan Makna Ibadah

Panduan Salat Idul Adha 1447 H: Niat, Tata Cara dan Makna Ibadah
Foto: Dok. Sudutpandang.id

SUDUTPANDANG.ID – Umat Islam di Indonesia akan melaksanakan Salat Idul Adha 1447 H pada Rabu (27/5/2026) pagi, sesuai ketetapan Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag). Ibadah salat Id yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah ini menjadi bagian penting dari perayaan Idul Adha, yang sarat dengan nilai spiritual, kebersamaan dan penguatan keimanan.

Berikut panduan Salat Idul Adha yang dirangkum Sudutpandang.id dari Kementerian Agama (Kemenag) dan berbagai sumber rujukan fiqih Islam,

1. Niat Salat Idul Adha

Salat Idul Adha diawali dengan niat sesuai posisi jamaah, yakni sebagai imam, makmum, atau ketika dikerjakan sendiri. Niat menjadi pembuka utama dalam ibadah dua rakaat Salat Id.

Berikut bacaan niat Salat Idul Adha:

BACA JUGA  KPK Tetapkan Bupati Ponorogo dan Tiga Pejabat Lain sebagai Tersangka Korupsi RSUD dr. Harjono

Untuk salat sendiri:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li Idil Adha rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā,” artinya: *Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta’ala.*

Bagi makmum, niat ditujukan untuk mengikuti imam, sedangkan bagi imam berniat sebagai pemimpin dalam salat berjamaah.

2. Tata Cara Salat Idul Adha

Tata cara Salat Idul Adha tidak berbeda jauh dengan Salat Idul Fitri, kecuali pada niatnya.

Berikut urutan pelaksanaannya:

  1. Membaca niat Salat Idul Adha
  2. Takbiratul ihram dan membaca doa iftitah
  3. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama disertai bacaan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir
  4. Membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek seperti Surah Qaf atau Al-Qamar
  5. Rukuk dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud pertama dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
BACA JUGA  KPKP Jaksel Minta Hewan Kurban Miliki Surat Kesehatan

Pada rakaat kedua, dilakukan lima kali takbir sebelum kembali membaca Al-Fatihah dan surah pendek, dilanjutkan hingga sujud kedua, kemudian tasyahud akhir (tawarruk), dan ditutup dengan salam.

3. Makna Salat Idul Adha

Salat Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual tahunan, tetapi juga sebagai simbol ketundukan dan penghambaan kepada Allah SWT.

Ibadah ini mencerminkan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan.

Selain itu, Salat Id menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan demikian, ibadah ini tidak hanya menguatkan hubungan vertikal kepada Allah (hablum minallah), tetapi juga hubungan horizontal antarsesama manusia (hablum minannas).(red/berbagai sumber)