Pemkab Asahan Gelar Sosialisasi Implementasi DTSEN 2025

DTSEN
Pemkab Asahan Gelar Sosialisasi Implementasi DTSEN 2025 (Foto: Humas Pemkab Asahan)

ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Sosial resmi menggelar Sosialisasi Implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Tahun Anggaran 2025 bertempat di Ballroom Hotel Antariksa Kisaran. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kebijakan penyaluran bantuan sosial dan program kesejahteraan masyarakat berjalan lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., dan dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial, pimpinan OPD, para camat, lurah, kepala desa, hingga pendamping sosial se-Kabupaten Asahan.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial Asahan, Asrul Wahid, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman seluruh pemangku kebijakan mengenai pentingnya satu basis data sosial ekonomi nasional.

BACA JUGA  Sungai Cisadane Berwarna Merah

“Dengan adanya DTSEN, seluruh program penanggulangan kemiskinan dan bantuan sosial dapat berjalan lebih terarah karena mengacu pada satu data terpadu,” ujarnya.

Sebanyak 560 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari perwakilan OPD, camat, lurah/kepala desa, operator SIKS-NG, pendamping PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Sosialisasi juga berfungsi sebagai forum koordinasi lintas sektor dalam pemutakhiran data sosial yang menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah. Kegiatan menghadirkan narasumber dari BPS Provinsi Sumatera Utara, Ditjen Dukcapil Kemendagri, Kementerian Sosial RI.

Para pemateri memaparkan mekanisme integrasi data pusat dan daerah, penggunaan data kependudukan dalam pemutakhiran DTSEN dan sinkronisasi data lintas instansi untuk memperkuat ketepatan sasaran program kesejahteraan.

BACA JUGA  Babinsa Koramil Pandaan Dampingi Pelajar SMK MUTU dalam Pawai Milad Muhammadiyah ke-113.

Dalam arahannya, Bupati Asahan menegaskan bahwa DTSEN merupakan kebijakan nasional yang sangat strategis untuk membenahi persoalan ketidaktepatan sasaran bantuan sosial.

“Selama ini kita masih menghadapi tantangan akurasi data. Melalui DTSEN, pemerintah dapat mengintegrasikan berbagai sumber data sosial sehingga setiap bantuan, subsidi, dan program kesejahteraan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” terang Bupati.

Ia juga mendorong seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk terlibat aktif dalam pemutakhiran data keluarga kurang mampu di wilayah masing-masing.

“Keberhasilan DTSEN sangat bergantung pada kerja sama seluruh perangkat daerah. Mari kita pastikan proses pemutakhiran data berjalan objektif dan akurat, sebagai langkah memperbaiki ketepatan sasaran program di Kabupaten Asahan,” pungkasnya.(MA/04)