SIDOARJO – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan iklim usaha dan investasi melalui sinergi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sidoarjo. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas.
Komitmen itu disampaikan Bupati Sidoarjo, Subandi, saat menerima audiensi pengurus HIPMI Sidoarjo di Opsroom Pemkab Sidoarjo, Rabu (24/6). Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan investasi, pengembangan kewirausahaan, penguatan daya saing UMKM, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan publik.
Menurut Subandi, pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan kepada para pelaku usaha yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Ia menilai kondisi ekonomi yang dinamis harus dijawab dengan semangat berinovasi dan keberanian berusaha.
“Pasang surut merupakan hal yang biasa bagi seorang entrepreneur. Pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku usaha yang ingin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Subandi menambahkan, dukungan tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program dan anggaran yang melekat pada organisasi perangkat daerah. Ia menilai HIPMI memiliki posisi strategis sebagai wadah lahirnya pengusaha muda yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.
Lebih lanjut, ia berharap pertumbuhan dunia usaha di Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua HIPMI Sidoarjo, Zakaria Dimas Peratama, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidoarjo pada 2025 mencapai 5,63 persen. HIPMI menargetkan angka tersebut dapat meningkat hingga 7–8 persen melalui penguatan investasi dan pengembangan sektor usaha produktif.
Menurutnya, sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sidoarjo. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum terhubung dengan rantai pasok industri sehingga belum menikmati manfaat optimal dari pertumbuhan sektor tersebut.
Karena itu, HIPMI mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku industri untuk membangun ekosistem yang mampu menghubungkan UMKM dengan pasar dan industri yang lebih luas. Selain itu, optimalisasi aset daerah dan pengembangan klaster usaha juga dinilai penting untuk memperkuat daya saing ekonomi lokal.
Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, Happy Setianingtyas, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menyinergikan program-program HIPMI yang sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor usaha dan industri di Kabupaten Sidoarjo sekaligus mempercepat terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(ACZ)


