Perempuan Aceh dan Kekuatan Budaya: Menyebarkan Potensi Tanah Rencong ke Kancah Global

Avatar photo
Perempuan Aceh dan Kekuatan Budaya: Menyebarkan Potensi Tanah Rencong ke Kancah Global
Ketua TP PKK, Posyandu dan Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir (ketiga dari kiri) bersama pengrus dan Wakil Ketua Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga PWI Pusat sekaligus Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Amy Atmanto (ketiga dari kanan).(Foto:Dok.Pribadi)

“Perempuan Aceh adalah potret ketangguhan, kreatif, pekerja keras, dan berakar pada budaya kuat. Hitung saja, berapa banyak pahlawan perempuan lahir dari Serambi Mekkah. Semangat itu masih hidup hingga hari ini.”

BANDA ACEH, SUDUTPANDANG.ID – Perempuan, budaya, dan media menjadi tiga kekuatan strategis dalam memperkenalkan potensi Aceh ke kancah global. Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Marlina Muzakir, istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK, Posyandu dan Dekranasda Aceh, dengan Amy Atmanto, Wakil Ketua Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga PWI Pusat sekaligus Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Dalam keterangan tertulis, Selasa (4/11/2025), Amy Atmanto menyebutkan, pertemuan ini membahas pentingnya penyebaran informasi positif tentang kekayaan budaya, sumber daya alam, dan potensi ekonomi kreatif Aceh mulai dari panorama Geurutee di Aceh Jaya hingga kerajinan, kuliner khas, dan tradisi lokal yang menjadi identitas masyarakat Tanah Rencong.

BACA JUGA  Ketua Umum LSM Gempita Kagumi Buya Syakur, Ceramahnya Menyejukkan

Sebelumnya, pada kesempatan berbeda, Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, menekankan perlunya pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar global.

“Masih banyak pelaku UMKM yang belum mendapatkan pendampingan optimal. Tugas kita mengajak mereka dibina dan diberi edukasi, tidak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Semangat ini sejalan dengan visi Marlina Muzakir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.

“Saya ingin mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh. Semua upaya dan bentuk kemitraan akan dilakukan. Produk Aceh harus dikenal, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga menembus pasar global melalui penguatan kualitas, promosi, dan literasi digital,” tutur Marlina.

BACA JUGA  Disparbud Kabupaten Kediri Lestarikan Jaranan di Reksa Budaya Panji

Ia menegaskan, media memiliki peran penting dalam menumbuhkan kebanggaan daerah, memperkenalkan potensi wisata, dan membuka peluang investasi. Kekayaan alam seperti Geurutee, kuliner khas seperti timphan dan kopi Gayo, serta karya kriya berbasis budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus memperkuat citra Aceh di tingkat nasional dan internasional.

Amy Atmanto menambahkan, perempuan Aceh memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kreatif.

“Perempuan Aceh adalah potret ketangguhan, kreatif, pekerja keras, dan berakar pada budaya kuat. Hitung saja, berapa banyak pahlawan perempuan lahir dari Serambi Mekkah. Semangat itu masih hidup hingga hari ini,” ujarnya.

Menurut Amy, pertemuan tersebut menjadi langkah awal berbagai inisiatif yang menitikberatkan pada literasi digital, promosi budaya dan pariwisata, serta pemberdayaan perempuan agar potensi Tanah Rencong semakin dikenal dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(PR/01)