Petugas Damkar Meninggal saat Padamkan Kebakaran Lahan di Kramat Jati

Avatar photo
Petugas Damkar Meninggal Dunia
Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran lahan kosong di Jalan Penggilingan Baru 1, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Dok. Instagram @humasjakfire)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Andriyono, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran lahan kosong di Jalan Penggilingan Baru 1, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026). Petugas Damkar tersebut diduga mengalami sesak napas setelah menghirup asap tebal di lokasi kejadian.

Petugas Damkar Meninggal Dunia
Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran lahan kosong di Jalan Penggilingan Baru 1, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Dok. Instagram @humasjakfire)

Almarhum Andriyono merupakan Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur.

Ketua RW 03 Kelurahan Dukuh, Irman Riyadi, mengatakan, petugas damkar tersebut sempat pingsan ketika berada di area pemadaman.

“Posisi angin saat kejadian mengarah ke barat, membawa asap tebal ke arah petugas yang sedang bersiaga di sisi tersebut. Korban sempat pingsan di tempat akibat kehabisan oksigen,” kata Irman di lokasi kebakaran.

BACA JUGA  Baim Wong Ingin Bercerai dengan Paula Verhoeven Secara Damai

Andriyono kemudian dibawa ke Rumah Sakit Harapan Bunda untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, upaya penyelamatan tidak petugas Damkar Jakarta Timur tersebut membuahkan hasil.

“Saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Kami, pihak pengurus lingkungan, telah melayat ke rumah duka untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam,” ungkap Irman.

Kebakaran terjadi di lahan kosong seluas sekitar 6.000 meter persegi yang dipenuhi tumpukan sampah.

Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (1/8/2026) pagi dan diduga dipicu aktivitas anak-anak yang bermain api di sekitar lokasi. Kobaran api kemudian meluas akibat tiupan angin.

Proses pemadaman melibatkan personel Gulkarmat Jakarta Timur bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Dukuh.

BACA JUGA  Pemkab Jayapura Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Kebakaran Sentani

Petugas menghadapi kendala saat proses pemadaman karena tumpukan puing di permukaan menutupi material sampah di bagian bawah.

Kondisi itu memicu munculnya titik api di bawah permukaan tanah yang terus mengeluarkan asap pekat sehingga menyulitkan proses pemadaman.(Fil/01)