PTPN IV PalmCo Gandeng Kemendag Perluas Pasar Ekspor Komoditas Perkebunan

PTPN IV PalmCo Gandeng Kemendag Perluas Pasar Ekspor Komoditas Perkebunan
Foto: Dok. PTPN IV PalmCo

SUDUTPANDANG.ID – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) menggandeng Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memperluas akses pasar ekspor komoditas perkebunan melalui platform digital InaExport.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama antara Kemendag dan 19 mitra yang terdiri dari instansi pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan asosiasi industri.

Penandatanganan dilakukan bersamaan dengan soft launching  platform digital InaExport di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Khusus dengan PTPN IV PalmCo, kesepakatan dituangkan dalam dokumen Sinergi Pengembangan Ekspor Produk Perkebunan yang ditandatangani bersama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan dan perluasan pasar ekspor untuk sejumlah komoditas perkebunan, yakni kelapa sawit, teh, kopi, karet, dan gambir. Kedua pihak juga sepakat menjalankan program promosi dagang secara bersama.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, perusahaan akan memanfaatkan kolaborasi lintas sektoral tersebut untuk mendorong peningkatan ekspor komoditas perkebunan nasional.

“Sebagai perusahaan yang fokus pada pengelolaan komoditas perkebunan, kepastian dan perluasan jaringan pasar internasional adalah sebuah keharusan. Kesepakatan bersama Ditjen PEN Kemendag ini memberikan kami akses terintegrasi ke ekosistem InaExport,” ujar Jatmiko.

BACA JUGA  PalmCo Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolasi dari Tapanuli hingga Aceh

Menurutnya, keberadaan InaExport diharapkan dapat mempertemukan komoditas perkebunan PTPN IV dengan pembeli internasional yang telah terverifikasi secara lebih efisien.

“Kami berharap komoditas andalan seperti kelapa sawit, teh, maupun kopi bisa terhubung dengan buyer internasional yang terverifikasi secara lebih efisien. Fokus kami ke depan adalah mengoptimalkan ruang lingkup promosi dagang bersama yang tertuang dalam kesepakatan agar realisasi ekspor perusahaan dapat tumbuh secara terukur,” harap Jatmiko dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).

Jadi Ekosistem Ekspor

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari pengembangan InaExport sebagai platform digital yang tidak hanya menyediakan informasi perdagangan, tetapi juga menjadi ekosistem layanan ekspor terintegrasi dan fasilitator transaksi business-to-business (B2B).

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pelaku usaha Indonesia memiliki banyak produk berkualitas, tetapi masih menghadapi tantangan dalam menemukan akses pasar yang tepat di tingkat global.

“Kita mempunyai banyak produk yang bagus, tetapi kita perlu etalase untuk mempromosikannya. Melalui InaExport, kita menerapkan konsep discovery commerce, yaitu bagaimana produk-produk lokal kitalah yang secara aktif mencari pelanggan melalui algoritma digital,” kata Budi.

BACA JUGA  Terdampak Corona, KFC Indonesia Tutup 115 Gerai, Begini Nasib Karyawannya

Menurutnya, kolaborasi dengan 19 mitra menjadi bagian dari upaya memperluas penyerapan produk dalam negeri, baik di pasar domestik maupun mancanegara.

“Kerja sama dengan para mitra hari ini adalah wujud kita jalan bareng, memastikan produk lokal bisa diserap maksimal baik di dalam negeri maupun diekspor ke mancanegara,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, InaExport kini dilengkapi lima layanan utama.

Layanan tersebut meliputi asesmen Cek Ekspor, sandbox dan chatbot simulasi biaya atau kalkulator ekspor, layanan inquiry untuk mempertemukan permintaan pembeli dengan eksportir, dashboard intelijen pasar, serta integrasi layanan pendukung seperti logistik dan pembiayaan.

Fajarini mengatakan, penggunaan platform tersebut menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

“Hingga September 2026 ini, pengakses InaExport meningkat hampir 500 persen dari tahun sebelumnya, yakni mencapai 866.000 pengakses dengan 15.000 anggota yang sudah terverifikasi,” ujar Fajarini.

Menurut dia, penandatanganan kerja sama dengan 19 mitra ditujukan untuk menghubungkan data informasi, program pembinaan, serta fasilitas promosi dari berbagai institusi dalam satu platform.

BACA JUGA  Perkuat Daya Saing Industri Sawit, PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi

“Kami menargetkan platform digital ini akan go live secara penuh pada 5 Oktober mendatang,” katanya.

Melalui pengembangan InaExport dan kolaborasi dengan berbagai mitra, Kemendag berharap sejumlah tantangan yang dihadapi eksportir Indonesia dapat diatasi, mulai dari keterbatasan pemetaan pasar, hambatan regulasi, hingga akses langsung kepada pembeli di luar negeri.

Bagi PTPN IV PalmCo, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan pasar internasional sekaligus mengoptimalkan promosi komoditas perkebunan Indonesia melalui ekosistem perdagangan digital.(Red)