Sepakat Berpisah, Ridwan Kamil dan Atalia Resmi Bercerai

Ridwan Kamil
Ridwan Kamil dan Atalia Praratya (Foto: Net)

BANDUNG, SUDUTPANDANG.ID – Pengadilan Agama Kota Bandung resmi mengabulkan gugatan cerai yang diajukan Atalia Praratya terhadap mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Putusan tersebut disampaikan melalui sistem elektronik (e-court) dan salinan putusan telah dikirimkan kepada pihak penggugat maupun tergugat.

Humas Pengadilan Agama Kota Bandung, Ikhwan Sopyan, menjelaskan bahwa perkara ini sejak awal didaftarkan secara elektronik sehingga seluruh proses persidangan hingga pembacaan putusan dilakukan melalui sistem daring dan tidak dibuka untuk publik.

“Perkara ini didaftarkan secara e-court atau elektronik, maka untuk pemeriksaan sampai putusannya melalui elektronik. Intinya gugatan yang diajukan oleh inisial AP kepada RK yang pada pokoknya gugatannya itu dikabulkan. Namun, dibacakan secara elektronik, tidak bisa dipublikasikan secara umum,” kata Ikhwan Sopyan, Rabu (7/1/2026).

Ikhwan menegaskan bahwa hanya penggugat dan tergugat yang berhak menerima salinan putusan. Ia juga memastikan seluruh tahapan persidangan telah dilaksanakan sesuai ketentuan hukum acara peradilan agama, termasuk pelaksanaan sidang tertutup karena sifat perkara yang privat.

BACA JUGA  Klok Siap Tampil Ganas untuk Timnas

“Jalannya persidangan sudah sesuai dengan hukum acara,” jelas Ikhwan.

Meski gugatan telah dikabulkan, Ikhwan menyebut putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Para pihak masih memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan upaya hukum banding apabila tidak menerima hasil putusan majelis hakim.

Menanggapi putusan tersebut, Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil menyampaikan bahwa majelis hakim telah secara resmi memutus pernikahannya dengan Atalia Praratya setelah melalui proses hukum yang berlangsung hampir satu bulan.

“Putusan perceraian saya dengan Atalia Praratya, yang telah diputus secara sah melalui proses hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Emil dikutip antara.

Emil menyatakan bahwa keputusan berpisah merupakan solusi terbaik atas persoalan rumah tangga yang dihadapi. Ia menegaskan perpisahan dilakukan secara dewasa dan tanpa konflik, termasuk dalam hal pembagian harta bersama.

“Ini adalah urusan pribadi yang tidak mudah. Namun harus kami hadapi dengan kedewasaan dan tanggung jawab,” ujarnya.

“Setelah melalui proses panjang, termasuk mediasi yang dilakukan secara terbuka dan penuh itikad baik, kami berdua sepakat bahwa berpisah secara baik-baik adalah jalan terbaik yang dapat ditempuh,” lanjutnya.

BACA JUGA  Inara Rusli Bersyukur Perjuangkan Hak Anaknya dari Virgoun Berhasil

Setelah hampir 29 tahun menjalani kehidupan rumah tangga, Emil mengakui adanya banyak kekhilafan dan keterbatasan dirinya sebagai suami. Menurutnya, keputusan berpisah diambil demi kebaikan bersama serta ketenangan Atalia Praratya.

“Saya mengakui bahwa selama hampir 29 tahun membina rumah tangga, terdapat banyak kekhilafan dan keterbatasan dari diri saya, sehingga terdapat banyak ketidaksepahaman multidimensi dalam perjalanan hidup kami,” jelasnya.

“Karena saya menghormati sepenuhnya keputusan Atalia Praratya sebagai hak setiap manusia untuk memperjuangkan kebahagiaan dan ketenangan hidupnya,” tambahnya.

Meski pernikahan telah berakhir, Emil menegaskan komitmen bersama untuk tetap mengasuh dan bertanggung jawab terhadap kedua anak mereka, Camillia Laetitia Azzahra dan Arkana Aidan Misbach. Ia juga menyebut persoalan harta gono gini telah diselesaikan jauh sebelum putusan pengadilan.

“Kami berkomitmen untuk tetap menjaga hubungan yang saling menghormati, terutama dalam menjalankan peran dan tanggung jawab bersama terhadap anak-anak. Kepentingan dan masa depan anak tetap menjadi prioritas kami berdua,” ungkapnya.

BACA JUGA  Reshuffle Perdana Pemerintahan Prabowo, Pejabat Baru Hadir di Istana

“Terkait harta gono gini, saya dengan Ibu Atalia sudah menyelesaikan dengan baik sejak jauh-jauh hari,” katanya.

Di akhir pernyataannya, dirinya memohon doa dan dukungan agar seluruh pihak dapat menjalani kehidupan ke depan dengan ketenangan dan kebijaksanaan.

“Saya memohon doa agar kami semua diberikan ketenangan, kebijaksanaan, serta kekuatan untuk menjalani fase kehidupan berikutnya dengan penuh tanggung jawab dan martabat,” pungkasnya.(04)