SUMUT, SUDUTPANDANG.ID – Tiga oknum anggota polisi yang bertugas di jajaran Kepolisian Resor Kota Besar Medan, Sumatera Utara, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan perampokan sepeda motor milik warga dengan modus cash on delivery atau bayar saat kiriman barang diterima.
Ketiga oknum anggota polisi tersebut adalah Bripka A, Bripka B dan Briptu H. Ketiganya dijerat dengan pasal 363 jo pasal 53 dan pasal 368 jo pasal 53 KUHP serta pelanggaran kode etik profesi.
“Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan juga pelanggaran kode etik profesi,” kata Kepala Polrestabes Medan Komisaris Besar Polisi Valentino Alfa dikonfirmasi di Medan, Senin (10/10).
Kapolrestabes memastikan bahwa ketiga oknum anggota polisi itu akan ditindak tegas dan disanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kita akan menindak dengan tegas sesuai perbuatan yang dilakukan sampai dengan pemecatan,” katanya.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menuturkan ketiganya ditahan selama 20 hari sejak 8 Oktober 2022 hingga 27 Oktober 2022.
“Sudah kami tahan. Ini bukti komitmen dan ketegasan Polri tidak mentolerir anggota yang melakukan tindakan kriminal,” kata Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak
Dia mengatakan bahwa penangkapan ketiga oknum tersebut sebelumnya telah diumumkan Polrestabes Medan pada 7 Oktober 2022. Ketiga oknum polisi itu adalah Bripka A, Bripka B, dan Briptu H yang berdinas di Sat Samapta Polrestabes Medan.
“Mereka ditangkap berdasarkan laporan masyarakat. Selain pidana, ketiga oknum tersebut akan menjalani sidang etik. Jika terbukti akan dipecat dengan tidak hormat,” tegas Panca.
Diketahui, dalam aksinya komplotan pencuri ini menjaring korbannya yang menjual sepeda motor melalui Facebook. Pelaku lalu menghubungi korban yang menjual kendaraannya untuk bertemu. Saat bertemu para pelaku ini lalu menuduh kendaraan korban bermasalah atau surat tidak lengkap. Salah seorang oknum polisi lalu mengancam membawa motor korban ke kantor polisi
“Saya menjual sepeda motor di Facebook, lalu kami chat WhatsApp untuk ketemu di Kampung Lalang. Terus mereka (pelaku) awalnya datang berdua,” ujar korban Benny Sembiring.
Lebih lanjut, setelah mereka bertemu, kedua orang tersebut lalu mengecek kendaraan korban dengan alasan untuk memastikan kondisi barang yang hendak dibeli. Tak lama berselang, Benny menuturkan datang satu unit mobil menghampiri korban. Salah seorang di antaranya lalu turun dan langsung hendak membawa sepeda motor korban.
“Ketika turun, pria yang mengaku polisi itu mengancam akan membawa sepeda motor tersebut ke kantor polisi dengan alasan barang ini (sepeda motor) bermasalah,” tuturnya
Korban yang merasa sepeda motornya lengkap suratnya langsung mempertahankan roda dua miliknya agar tidak dibawa. Cekcok pun terjadi, hingga istri korban dan anaknya mengalami luka karena mencoba menghadang mobil pelaku yang kabur. “Ada dua laporan polisi yang kami buat yaitu kasus percobaan pencurian dan penganiayaan terhadap anak,” pungkas Benny