TMMD 129 Bojonegoro Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Kebakaran

Damkarmat Bojonegoro bersama Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 memberikan pelatihan mitigasi dan penanganan kebakaran kepada warga Desa Kesongo guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan risiko kebakaran. (Foto: IST/SP).

BOJONEGORO, JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan mitigasi dan pengendalian kebakaran yang digelar di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan hasil kolaborasi antara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro dengan Satgas TMMD ke-129 itu diikuti puluhan peserta yang terdiri atas anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), perangkat desa, serta tokoh masyarakat.

Pelatihan ini menjadi bagian dari program nonfisik TMMD yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran yang risikonya meningkat saat memasuki musim kemarau.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian, dan Pemberdayaan Masyarakat Damkarmat Bojonegoro, Muhammad Imam Affan Tsaniya, S.STP., M.H., mengatakan pembekalan tersebut penting untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam melakukan langkah awal penanganan kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali Satlinmas, perangkat desa, dan tokoh masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran. Terlebih saat ini kita mulai memasuki musim kemarau, di mana potensi dan angka kejadian kebakaran cenderung meningkat,” ujarnya.

BACA JUGA  Resmi Dibuka, TMMD 129 Bojonegoro Jadi Motor Pembangunan di Wilayah Pedesaan

Menurut Imam Affan, keberhasilan penanganan kebakaran sangat dipengaruhi oleh kecepatan respons masyarakat pada menit-menit pertama setelah kejadian.

Oleh karena itu, edukasi kepada warga menjadi langkah strategis untuk meminimalkan risiko kerugian, baik materi maupun korban jiwa.

Tidak hanya memberikan materi teori, Damkarmat juga menghadirkan simulasi langsung agar peserta memahami cara penanganan kebakaran secara praktis.

Dalam sesi tersebut, peserta diajarkan teknik pemadaman api skala awal, prosedur evakuasi korban, hingga penanganan kondisi darurat yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga.

Beberapa skenario yang dipraktikkan meliputi kebocoran tabung gas LPG, kebakaran akibat tumpahan bahan bakar minyak (BBM), serta penggunaan alat pemadam sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui metode pelatihan yang interaktif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung dalam menghadapi situasi darurat sehingga diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat apabila terjadi kebakaran.

“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat tidak panik dan mampu melakukan penanganan awal secara mandiri. Langkah kecil di menit-menit pertama sangat efektif mengurangi risiko dan kerugian material maupun jiwa sebelum petugas pemadam tiba di lokasi,” tambah Imam Affan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari selesainya pembangunan fisik seperti jalan, drainase, maupun fasilitas umum lainnya.

BACA JUGA  TMMD 129 Bojonegoro Pacu Pembangunan Kesongo

Menurutnya, keberhasilan program juga ditentukan oleh meningkatnya kualitas masyarakat yang mandiri, tangguh, serta memiliki kemampuan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Suksesnya TMMD tidak hanya diukur dari fisik yang dibangun, tetapi juga dari hadirnya masyarakat yang semakin mandiri, tangguh, dan siap menjaga lingkungannya masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengapresiasi keterlibatan Damkarmat Bojonegoro dalam mendukung rangkaian kegiatan TMMD melalui edukasi mitigasi kebakaran.

Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan desa yang tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran.

“Kami berharap masyarakat Desa Kesongo tidak hanya lebih tanggap terhadap bahaya kebakaran, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan tanggap bencana,” ujar Lettu Ckm Purnomo.

Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro sendiri berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.

Selain pembangunan fisik berupa jalan beton, drainase, sumur bor, normalisasi sungai, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta perbaikan gedung sekolah, TMMD juga mengedepankan berbagai program nonfisik.

BACA JUGA  TMMD 129 Bojonegoro: Kejar Target, Pembangunan Jalan Cor Beton Dusun Mundu Capai 30 Persen

Program nonfisik tersebut meliputi penyuluhan mitigasi bencana, wawasan kebangsaan, peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga penguatan semangat gotong royong.

Melalui kombinasi pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas masyarakat, TMMD ke-129 di Desa Kesongo diharapkan mampu menciptakan desa yang lebih maju, aman, dan tangguh.

Pelatihan mitigasi kebakaran menjadi salah satu bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Damkarmat, dan masyarakat mampu memberikan manfaat langsung bagi warga sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (ACZ/09).