TMMD Bojonegoro Bangun Drainase 330 Meter di Kesongo

Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga mempercepat pembangunan drainase sepanjang 330 meter di Dusun Krebet, Desa Kesongo. (Foto: IST/SP).

BOJONEGORO, SUDUTPANDANG.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Salah satu sasaran fisik yang menjadi prioritas adalah pembangunan saluran drainase sepanjang 330 meter di Dusun Krebet yang kini telah mencapai progres sekitar 70 persen.

Pembangunan drainase tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara personel Satgas TMMD, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Meski harus bekerja di bawah terik matahari, semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan proyek yang diharapkan mampu mengatasi persoalan genangan air saat musim hujan.

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan pembangunan drainase menjadi salah satu program prioritas karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, infrastruktur tersebut tidak hanya berfungsi memperlancar aliran air, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan permukiman sehingga lebih sehat, aman, dan nyaman bagi warga.

“Kami di lapangan bekerja pantang menyerah. Target kami bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memastikan kualitas bangunan kokoh dan bermanfaat dalam jangka panjang. Kemanunggalan bersama warga adalah energi utama kami,” ujar Purnomo saat meninjau pengerjaan di Dusun Krebet, Senin (3/8/2026).

Pengerjaan saluran drainase terus dikebut agar dapat selesai sesuai target pelaksanaan TMMD ke-129.

BACA JUGA  Tumbuhkan Semangat Juang Generasi Muda, Kodim Bojonegoro Gelar Persami Korp Kadet Republik Indonesia

Di lokasi pembangunan, personel TNI bersama warga bekerja secara bergotong royong memasang beton pracetak atau U-Ditch, mengaduk semen, meratakan dasar saluran, mengangkut material pasir dan batu, hingga membantu pengoperasian alat berat.

Kolaborasi tersebut membuat pekerjaan berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Semangat kebersamaan terlihat jelas di lapangan. Prajurit TNI dan warga bekerja tanpa sekat, saling membantu menyelesaikan setiap tahapan pembangunan demi mewujudkan infrastruktur yang berkualitas.

Hingga awal Agustus 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal pelaksanaan TMMD.

Bagi masyarakat Dusun Krebet, pembangunan drainase merupakan solusi atas persoalan yang telah lama dihadapi.

Selama ini, kawasan permukiman kerap mengalami genangan air ketika hujan deras turun akibat sistem drainase yang belum memadai.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah sanitasi dan kerusakan lingkungan.

Dengan dibangunnya saluran drainase baru, aliran air hujan diharapkan menjadi lebih lancar sehingga risiko banjir maupun genangan dapat diminimalkan.

Selain meningkatkan fungsi pengendalian air, keberadaan drainase juga diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-129 yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Ia mengatakan pembangunan drainase merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang telah lama diharapkan warga karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat.

BACA JUGA  Gotong Royong Sambut Tim Wasev, Satgas TMMD Percantik Lokasi Kegiatan di Desa Brabe

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Melalui program TMMD ini, apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat Desa Kesongo akhirnya dapat terwujud secara nyata,” kata Kusnadi.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur melalui TMMD membuktikan bahwa pemerintah bersama TNI hadir hingga pelosok desa untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia berharap berbagai pembangunan yang dilaksanakan melalui TMMD dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Pelaksanaan TMMD ke-129 di Desa Kesongo tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong yang menjadi budaya masyarakat Indonesia.

Setiap hari, puluhan personel Satgas TMMD bekerja bersama warga mulai pagi hingga sore. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana kerja yang penuh semangat meski cuaca panas menyelimuti lokasi pembangunan.

Menurut Purnomo, kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi salah satu kunci keberhasilan program TMMD.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya sebuah proyek, tetapi juga dari terbangunnya sinergi dan kepedulian antarwarga dalam menjaga hasil pembangunan tersebut.

“Semangat gotong royong yang terbangun selama TMMD merupakan modal penting bagi masyarakat untuk terus menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun,” ujarnya.

Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan wilayah pedesaan melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

BACA JUGA  Insiden Balon Udara Meledak, Polres Ponorogo Amankan 15 Orang

Selain pembangunan drainase, TMMD juga melaksanakan berbagai sasaran fisik dan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat perekonomian masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan hasil positif, keberadaan saluran drainase sepanjang 330 meter di Dusun Krebet diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Drainase tersebut tidak hanya akan memperlancar aliran air saat musim hujan, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih sehat, bebas genangan, dan nyaman untuk ditinggali.

Kehadiran program TMMD pun kembali membuktikan komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan hingga ke pelosok desa melalui semangat kemanunggalan bersama rakyat. (ACZ/09)