“Melalui TMMD ke-127, Kodim 0819/Pasuruan tidak sekadar menggali sumur, tetapi juga menggali harapan baru bagi warga Kili Timur.”
PASURUAN-JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Di sudut Dusun Kili Timur, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, deru mesin bor terdengar sejak pagi. Di antara hamparan lahan dan rumah-rumah sederhana, harapan warga perlahan digali dari perut bumi, seiring hadirnya program Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127.
Program TMMD ke-127 yang digelar Kodim 0819/Pasuruan tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik berupa infrastruktur, tetapi juga menjawab kebutuhan paling mendasar warga: air bersih.
Pada Minggu (15/2/2026), pengeboran sumur di Dusun Kili Timur telah mencapai kedalaman 130 meter. Angka itu bukan sekadar hitungan teknis. Bagi warga, setiap meter yang ditembus mata bor menjadi langkah lebih dekat menuju kehidupan yang lebih layak.
Selama ini, sebagian warga Kili Timur bergantung pada sumber air terbatas, terutama saat musim kemarau. Debit air menyusut, kualitasnya menurun, dan jarak tempuh untuk mendapatkan air bersih kerap menjadi tantangan tersendiri.
Kini, harapan itu terpusat pada satu titik pengeboran. Di lokasi, personel Satgas TMMD dan warga bekerja berdampingan. Sebagian membantu menyiapkan peralatan, sementara yang lain memastikan proses berjalan lancar. Gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan nyata terlihat di lapangan.
Kopda Usman dari Yonzipur 5/ABW yang terlibat langsung dalam pengerjaan mengatakan proses pengeboran dilakukan secara bertahap dan penuh perhitungan.
“Kami terus berupaya maksimal. Saat ini sudah mencapai 130 meter dan proses masih berjalan. Harapannya segera ditemukan sumber air yang memadai untuk kebutuhan warga,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, penyediaan sarana air bersih menjadi salah satu prioritas karena menyangkut kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Lebih dari Sekadar Proyek Fisik
Bagi TMMD, pembangunan bukan hanya soal beton dan bangunan. Sumur bor ini menjadi simbol kolaborasi antara TNI dan masyarakat.
Warga tidak sekadar menjadi penerima manfaat, tetapi ikut terlibat langsung dalam prosesnya. Kebersamaan itu menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang kelak akan dinikmati bersama.
Seorang warga setempat mengaku optimistis sumur bor ini akan menjadi solusi atas persoalan air yang selama ini dihadapi.
“Kalau air bersih sudah lancar, kebutuhan sehari-hari lebih mudah. Anak-anak juga lebih sehat,” katanya penuh harap.
Di bawah terik matahari, mesin bor terus bekerja. Tanah demi tanah terangkat, membawa keyakinan bahwa di kedalaman sana tersimpan sumber kehidupan.
Program TMMD ke-127 Kodim Pasuruan di Desa Wonosari menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian dan sinergi.
Jika air akhirnya memancar dari sumur sedalam 130 meter itu, yang mengalir bukan hanya air bersih, tetapi juga harapan baru bagi warga Dusun Kili Timur, harapan akan kehidupan yang lebih sehat, lebih mudah, dan lebih sejahtera.(ACZ/01)









