SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan telah melakukan operasi militer di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump, sementara otoritas Venezuela membantah adanya penangkapan dan menyebut tindakan negeri Paman Sam sebagai agresi militer.
Dalam pernyataannya yang dikutip CNN, Sabtu (3/1), Trump mengatakan AS telah melancarkan “serangan besar-besaran” terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya.
Trump juga menyebut operasi itu dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS dan menyatakan keterangan lebih lanjut akan disampaikan dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.
Trump mengaitkan operasi tersebut dengan dakwaan terhadap Nicolas Maduro di pengadilan Amerika Serikat pada 2020 atas tuduhan terorisme narkotika.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih yang merinci lokasi penangkapan maupun status hukum Maduro.
Sementara itu, CBS News melaporkan bahwa penangkapan Maduro dilakukan oleh anggota Pasukan Delta, unit misi khusus elite Angkatan Darat AS. Laporan tersebut menyebut operasi berlangsung pada Sabtu pagi waktu setempat. Namun, laporan ini belum dikonfirmasi secara independen oleh otoritas Venezuela maupun lembaga internasional.
Agresi Militer
Di sisi lain, pemerintah Venezuela merespons dengan mengumumkan pengerahan militer nasional. Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López, melalui video yang diunggah di media sosial, menyerukan persatuan nasional menghadapi apa yang disebutnya sebagai “agresi terburuk” terhadap Venezuela.
Ia menyatakan seluruh angkatan bersenjata dikerahkan untuk mempertahankan kedaulatan negara.
Padrino López juga menyebut sejumlah wilayah perkotaan di Venezuela menjadi sasaran serangan dengan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur Amerika.
Ia mengonfirmasi bahwa instalasi militer Fort Tiuna di Caracas termasuk yang diserang. Namun, ia tidak menyinggung secara langsung laporan penangkapan Presiden Maduro.
“Kami diserang, tetapi kami tidak akan ditundukkan,” ujar Padrino López, seraya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi kepanikan.
Proses Hukum
Terpisah, Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi menyatakan Nicolas Maduro akan segera menghadapi proses hukum di Amerika Serikat.
Melalui unggahan di platform X, Bondi menegaskan bahwa Maduro akan dihadapkan pada dakwaan yang telah diajukan oleh otoritas hukum AS.
Hingga kini, situasi di Venezuela masih berkembang. Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Venezuela terkait keberadaan Presiden Nicolas Maduro, sementara komunitas internasional belum menyampaikan sikap resmi atas eskalasi terbaru tersebut.(01) Sumber: CNN, CBS News









