1 Hektare Vegetasi Pohon Sonokeling di Gunung Jabung-Trenggalek Hangus Terbakar, Sebut BNPB

Trenggalek
Tim gabungan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek berhasil memadamkan kebakaran hutan milik Perum Perhutani petak 74 C yang berada di wilayah Desa Sumberingin dan Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jatim, Rabu (5/8/2026). Kebakaran melanda kawasan hutan jati dengan luas terdampak sekitar 1,5 hektare. FOTO: HO-kompasiana.com/kodim0806trenggalek

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Peristiwa kebakaran melahap area seluas satu hektare yang ditumbuhi vegetasi pohon sono atau sonokeling (Dalbergia latifolia) dan semak belukar di kawasan Gunung Jabung, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, demikian dilansir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Titik api, berdasarkan laporan warga terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Gunung Jabung, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Selasa (11/8/2026),” kata Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova dalam taklimat media yang dikutip di Jakarta, Rabu (12/8).

Ia mengatakan laporan awal keberadaan titik api bersumber dari pantauan warga setempat pada Selasa (11/8) sore dan saat ini sudah dinyatakan padam sehingga kondisi terkendali.

BACA JUGA  Ujian Singo Edan, Atasi Sape Kerrab dan Ancaman Kudeta

Disebutkannya bahwa berdasarkan laporan dari lokasi kejadian, pergerakan kobaran api dengan cepat menjalar ke arah lereng gunung akibat angin dan kondisi vegetasi yang mengering.

Menurut dia butuh waktu lebih kurang selama tiga jam bagi petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Trenggalek selalu koordinator lapangan melakukan pemadaman darat dibantu petugas gabungan yang terdiri dari TNI/Polri dan Damkar.

“Api berhasil dipadamkan secara total pada malam harinya sekitar pukul 20.15 WIB,” katanya.

Adapun diketahui pohon sono adalah jenis tanaman kayu keras penghasil kayu pertukangan berkualitas tinggi yang termasuk dalam famili Fabaceae (polong-polongan).

Tekstur seratnya yang halus dan warna kayunya yang eksotis, kayu sono sangat diminati sebagai bahan utama pembuatan lemari, meja, kursi, dan ukiran kelas atas hingga gagang pisau dan barang kerajinan tangan.

BACA JUGA  Babinsa Koramil 02 Pohjentrek Tingkatkan Keamanan Lewat Patroli Siskamling Bersama Warga

Pohon sonokeling juga memiliki fungsi ekologis di kawasan hutan dan perbukitan seperti lereng gunung sebagai tanaman konservasi air dan tanah karena sistem perakarannya yang kuat mampu mencegah erosi tanah.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan bahwa BNPB dengan tegas mengajak masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang memicu api, khususnya di area perbukitan dan hutan yang rentan selama periode musim kemarau ini.

“Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial di wilayah terdampak,” katanya.

Pihaknya memastikan penyebab pemicu timbulnya titik api di kawasan lereng gunung tersebut hingga kini masih dalam proses penyelidikan aparat penegak hukum, demikian Dodi Yuleova. (Red/BNPB/Ant/02)

BACA JUGA  Gudang Bahan Baku Obat Terbakar