23 Nama Jalan di Jakarta Kini Berganti Tokoh Betawi, ini Daftarnya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengganti beberapa jalan dan zona dengan nama-nama tokoh Betawi.

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengganti beberapa jalan dan zona dengan nama-nama tokoh Betawi.

Menurut Anies, nama-nama tokoh yang disematkan adalah orang yang di masa lalu telah berdampak di perjalanan kehidupan Jakarta dan Indonesia.

IMG-20220125-WA0002

Berikut daftar nama jalan yang diubah menjadi nama tokoh Betawi:

1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)
2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)
3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)
4. Jalan H. Bokir Bin Dji’un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)
5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)
6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)
7. Jalan H. Roim Sa’ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat)
8. Jalan KH. Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur)
9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)
10. Jalan KH. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara)
11. Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)
12. Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5)
13. Jalan H. Imam Sapi’ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)
14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76)
15. Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara)
16. Jalan H. M. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan)
17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII)
18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke)
20. Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat)
21. Jalan Guru Ma’mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya)
22. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang)
23. Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).

Daftar zona dan gedung yang diubah menjadi nama tokoh Betawi:

1. Kampung MH Thamrin (sebelumnya bernama Zona A)
2. Kampung KH. Noer Ali (sebelumnya bernama Zona Pengembangan)
3. Kampung Abdulrahman Saleh (sebelumnya bernama Zona B)
4. Kampung Ismail Marzuki (sebelumnya bernama Zona C)
5. Kampung Zona Embrio (sebelumnya bernama Zona Embrio)
6. Gedung Kisam Dji’un (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Timur)
7. Gedung H. Sa’aba Amsir (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Selatan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.