Hamas Kecam Seruan Bom Nuklir Politikus AS ke Gaza

Masjid. Hamas
FOTO ARSIP - Warga Palestina memeriksa masjid yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Ahad (8/10/2023). Israel merespon serangan roket yang diluncurkan Hammas dengan melakukan serangan udara hingga mengakibatkan 232 warga Palestina tewas. FOTO: Ant/Reuters/Ibraheem Abu Mustafa/Spt.

“Seruan ekstremis ini adalah kejahatan besar dan memperlihatkan mentalitas fasis rasis yang menguasai pikiran Politisi Amerika.”

SUDUTPANDANG.ID – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengecam keras pernyataan anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Randy Fine yang menyerukan penggunaan bom nuklir terhadap Jalur Gaza. Hamas menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk hasutan genosida yang terang-terangan melanggar nilai kemanusiaan dan hukum internasional.

Tak Hamas, pernyataan itu memicu kecaman keras dari berbagai pihak, khususnya pejuang kemerdekaan Palestina dan aktivitas Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam wawancaranya dengan Fox News pada Kamis (23/5), Fine yang berasal dari Partai Republik menyatakan bahwa Gaza seharusnya “dibombardir dengan nuklir,” bahkan menyamakan wilayah tersebut dengan Hiroshima dan Nagasaki dua kota Jepang yang luluh lantak akibat serangan bom atom AS dalam Perang Dunia II dan menewaskan lebih dari 200 ribu jiwa.

BACA JUGA  Dua Jurnalis Palestina Tewas, Akibat Serangan Bom Israel di Jalur

Menanggapi hal itu, Hamas mengecam keras pernyataan tersebut, menyebutnya sebagai seruan ekstrem yang mencerminkan mentalitas fasis dan rasis sebagian politisi AS.

“Seruan ekstremis ini adalah kejahatan besar dan memperlihatkan mentalitas fasis rasis yang menguasai pikiran Politisi Amerika,” demikian pernyataan resmi Hamas pada Jumat (24/5).

Kelompok tersebut menilai pernyataan Fine bukan hanya tidak etis, tetapi juga melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa. Seruan itu dinilai menghasut publik untuk mendukung penggunaan senjata pemusnah massal terhadap lebih dari dua juta warga sipil di Jalur Gaza.

“Seruan mengerikan ini tidak akan melemahkan semangat perjuangan rakyat Palestina, melainkan kembali menyingkap wajah asli dari Israel dan para pendukungnya.” tegas Hamas

BACA JUGA  Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Open House Kapolres Asahan

Pernyataan Fine menuai keprihatinan luas karena muncul di tengah situasi kemanusiaan yang kian memburuk di Gaza.

Aktivis Hak Asasi Manusia dan pengamat internasional menyatakan bahwa retorika seperti itu tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat memperkeruh upaya penyelesaian konflik secara damai.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS terkait komentar anggota kongres tersebut. Namun, gelombang kecaman dari dunia internasional tampaknya akan terus bergulir seiring meningkatnya sorotan terhadap pernyataan yang dinilai melewati batas kemanusiaan dan etika politik.(01)

Sumber: Anadolu