Gerakan Koperasi Merah Putih Dorong Kemandirian Ekonomi Rakyat dari Desa

Koperasi
Ahmad Zabadi, S.H, M.M, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI. (Foto Ist).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kebangkitan ekonomi nasional tidak dapat dilepaskan dari peran desa sebagai pusat pertumbuhan pangan, energi, dan produktivitas rakyat. Melalui Gerakan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, semangat kemandirian ekonomi kini mulai mengakar dari bawah, dengan gotong-royong sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.

Gerakan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat desa. Tujuannya jelas membangun sistem ekonomi yang adil, inklusif, dan berdaya saing agar tidak ada desa yang tertinggal dan tidak ada rakyat yang tersisih.

Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih hadir sebagai simpul penggerak ekonomi rakyat, menghubungkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM dengan pasar modern serta industri nasional. Tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, koperasi juga menjadi ruang sosial yang memperkuat solidaritas dan kepercayaan antar warga.

BACA JUGA  Dandim 0819/Pasuruan Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat

Dalam keterangannya, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ahmad Zabadi, S.H., M.M., menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen penting dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan ekonomi desa.

“Koperasi bukan hanya alat ekonomi, tetapi juga gerakan sosial yang membangun kekuatan lokal secara berkelanjutan. Gotong-royong adalah kekuatan utama menuju desa yang mandiri, tangguh, dan produktif,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Menurut Zabadi, transformasi digital kini menjadi pilar penting dalam memperkuat tata kelola koperasi. Melalui sistem SIM-COPDES, koperasi dapat mengakses pasar dan pembiayaan secara lebih efisien, transparan, dan inklusif.

Dukungan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan BUMN juga membuka peluang pembiayaan baru, memperkuat akses modal bagi UMKM desa. Teknologi kini bukan ancaman, melainkan peluang strategis untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi lokal.

BACA JUGA  Cetak Kaderisasi Pesantrenpreneur Lewat Kewirausahaan Pemuda kemenpora

Selain transformasi digital, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama dalam gerakan ini. Pemerintah terus mengadakan pelatihan di bidang perkoperasian, kewirausahaan, manajemen usaha, dan teknologi digital untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota.

“Koperasi harus menjadi ruang belajar bersama. Di sana masyarakat bisa mengasah keterampilan, mengembangkan potensi lokal, dan menciptakan lapangan kerja. Dari ini tumbuh nilai tambah dan ketahanan ekonomi keluarga,” kata Zabadi.

Dalam satu tahun terakhir, Gerakan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih telah menjadi simbol perubahan paradigma ekonomi rakyat menggabungkan semangat gotong-royong dengan tata kelola modern untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional.

Zabadi menutup dengan ajakan kolaboratif. “Gerakan ini hanya akan berhasil jika semua pihak bergerak bersama. Dengan semangat gotong-royong, mari kita wujudkan desa yang berdaya, rakyat yang sejahtera, dan Indonesia yang semakin kuat.”.(PR/04)