Guru PKWU SMPN 4 Pasuruan Berbagi Inspirasi dalam OBSESI Ramapati Podcast Pasuruan

Guru PKWU SMPN 4 Pasuruan Berbagi Inspirasi dalam OBSESI Ramapati Podcast Pasuruan
Guru PKWU SMPN 4 Pasuruan saat Podcast di OBSESI Ramapati Podcast Pasuruan (Foto Istimewa)

PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Sabtu 25 Oktober 2025, Pukul 09.00 WIB disiarkan secara Live streaming di YouTube Ramapati Pasuruan. Nurul Mawaridah, M.Pd, guru Prakarya dan kewirausahaan SMP Negeri 4 Pasuruan, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan lolos sebagai pembicara nasional di ajang bergengsi Puncak Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII.

Perjalanan inspiratifnya dibahas dalam OBSESI (Obrolan Seputar Inovasi dan Prestasi) episode 65, sebuah program unggulan dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Pasuruan yang disiarkan melalui kanal YouTube Ramapati Pasuruan, dengan Agung Winastiko sebagai host.

Dalam sesi pembuka, Bu Mawar menceritakan perjalanan awalnya sebagai guru di SMPN 4 Pasuruan sejak tahun 2024. Ia menuturkan bahwa profesi guru adalah panggilan hati, bukan sekadar pekerjaan. “Guru bukan hanya pengajar, tetapi penggerak perubahan,” ujarnya. Di sekolah, ia dikenal sebagai sosok yang kreatif dan inovatif, terutama dalam memberikan ruang bagi suara murid agar mereka berani berpendapat dan berkreasi.

Motivasi utamanya berinovasi datang dari murid-muridnya. “Mereka adalah inspirasi saya. Saya ingin pembelajaran menjadi pengalaman hidup yang bermakna,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan kepala sekolah dan rekan guru menjadi energi pendorong untuk terus berkreasi dan melahirkan praktik baik.

BACA JUGA  Dandim Lamongan Tanam Pohon Bambu Bareng Bupati

TPN XII sendiri merupakan forum tahunan nasional bagi para pendidik untuk berbagi pengalaman, belajar bersama, dan memperkuat kolaborasi dengan tema besar tahun ini: “Iklim Pendidikan & Pendidikan Iklim.” Ajang ini diikuti ribuan guru dari seluruh Indonesia.

Bu Mawar menjelaskan bahwa untuk bisa menjadi pembicara nasional, ia harus melalui proses panjang mulai dari seleksi administrasi, kurasi praktik baik, hingga penyelesaian 22 misi pembelajaran. “Perjuangan ini bukan hanya tentang prestasi, tapi tentang konsistensi,” ucapnya dengan senyum bangga.

Topik yang ia angkat, “PBL Bermakna: Mengangkat Suara Murid ke Panggung Perubahan,” berangkat dari keyakinannya bahwa pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dapat membuka ruang ekspresi bagi murid. Ia ingin membuktikan bahwa murid dapat menjadi agen perubahan ketika diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk berkarya.

Tantangan terbesar dalam perjalanannya adalah membagi waktu antara mengajar, menyelesaikan misi praktik baik dan mempersiapkan materi presentasinya. Namun, berkat dukungan keluarga, kepala sekolah, rekan guru, dan murid-murid, semua bisa dijalani dengan semangat, ujarnya.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Peletakan Batu Pertama Pembangunan Polres Khusus Berbiaya Rp160 Miliar

Saat tampil di puncak acara TPN XII, momen paling berkesan bagi Bu Mawar adalah saat guru-guru dari berbagai daerah antusias berdiskusi dan terinspirasi oleh praktik baiknya. “Rasanya seperti bertemu keluarga besar sesama penggerak pendidikan,” kenangnya.

Respon peserta terhadap presentasinya pun luar biasa positif. Banyak yang tertarik mengadopsi ide pembelajaran berbasis suara murid di sekolah masing-masing. Menurutnya, TPN adalah ruang yang sangat penting untuk menumbuhkan budaya berbagi dan kolaborasi antarguru. “Perubahan pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus bersama-sama,” tegasnya.

Bu Mawar juga menyampaikan bahwa pengalaman ini memberinya kepercayaan diri baru untuk terus berkolaborasi lintas sekolah. Di SMPN 4 Pasuruan sendiri, ia berencana mengembangkan ide PBL bermakna ke dalam program kokurikuler, di mana karya proyek murid akan ditampilkan dalam forum sekolah dan media publik.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Pasuruan dan Dinas Pendidikan yang terus mendukung inovasi guru.

Bahkan, Wali Kota Pasuruan turut memberikan apresiasi dan pesan inspiratif:“Tetap terus berjuang, menguatkan fondasi masa depan dengan jangkar kuat pendidikan. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk menyiapkan generasi menyambut Indonesia Emas 2045.”

BACA JUGA  Pulihkan Warga Binaan, Lapas Kerobokan Lakukan Rehabilitasi Sosial 

Dalam sesi penutup OBSESI, Bu Mawar menegaskan kunci agar guru bisa terus berprestasi: semangat belajar sepanjang hayat, kolaborasi, dan keberanian mencoba hal baru. Ia juga menyampaikan harapannya agar pendidikan Indonesia semakin berpihak pada murid.

“Semoga SMPN 4 Pasuruan terus dikenal sebagai sekolah yang kreatif, inovatif, dan berkarakter. Kami ingin menjadi rumah bagi tumbuhnya guru yang aktif berinovasi dan murid pembelajar sepanjang hayat,” pungkasnya.

Program OBSESI ini kembali membuktikan bahwa semangat guru dan inovasi pendidikan dari Kota Pasuruan terus berdenyut kuat, membawa harapan baru bagi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih berkemajuan.(ACZ)