KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID –Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kota Kediri menggelar Halal Bihalal yang digelar di Hotel Lotus Garden, Rabu (15/4/2026). Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini sekaligus menjadi titik awal sinergi lintas sektor dalam membangun sepak bola dari usia dini hingga level profesional.
Acara tersebut dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Kediri, Hery Purnomo, Ketua Askot PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, Ketua KONI Kota Kediri Agus Koko, anggota DPRD Kota Kediri, Katino, unsur TNI/Polri, Kejaksaan, perwakilan klub sepak bola se-Kota Kediri, serta undangan lainnya.
Ketua Askot PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, menegaskan arah pengembangan sepak bola difokuskan pada pembinaan usia dini melalui konsep football class. Program ini dirancang sebagai sistem berkelanjutan untuk mencetak talenta unggul.
“Pembinaan tidak bisa instan. Harus dimulai dari fondasi, baik pelatih, fasilitas, hingga sistem yang tepat, agar lahir pemain berkualitas, putra maupun putri,” ujarnya.
Selain itu, Askot PSSI juga berencana memperbanyak kompetisi sebagai wadah pengembangan pemain. Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari turnamen usia dini, kompetisi internal, hingga event seperti Kapolresta Cup dan Wali Kota Cup khusus sepak bola putri.
Meski demikian, ia mengakui tantangan pembiayaan masih menjadi pekerjaan rumah. Meski dukungan anggaran pemerintah meningkat dari sekitar Rp150 juta menjadi Rp1 miliar, kebutuhan pembinaan dinilai belum ideal.
“Kami tidak bisa hanya bergantung pada APBD. Dukungan sektor swasta melalui CSR sangat dibutuhkan agar pembinaan berjalan maksimal,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Askot PSSI juga mendorong kolaborasi lebih erat dengan Persik Kediri. Klub profesional tersebut diharapkan terlibat dalam pembinaan melalui program coaching clinic hingga pemberian motivasi bagi pemain muda. Bahkan, wacana pembentukan tim satelit mulai digagas untuk memperkuat sistem pembinaan berjenjang.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Kediri, Hery Purnomo, mengajak seluruh pihak bersinergi membangun sepak bola daerah. Ia menekankan pentingnya pembinaan sejak usia dini guna melahirkan pemain profesional asal Kediri.
Menurutnya, sepak bola tidak hanya berdampak pada prestasi olahraga, tetapi juga sektor sosial dan ekonomi. Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan fasilitas latihan, minimnya wadah pembinaan, dan keberlanjutan karier atlet.
“Diperlukan komitmen bersama, satu visi, dan dukungan semua pihak agar sepak bola Kediri bisa berkembang dan menjadi masa depan generasi muda,” ujarnya.
Disisi lain, Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, turut mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan PSSI Kota Kediri.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di stadion, agar iklim kompetisi tetap kondusif.
“Sinergi antara pemerintah, PSSI, dan aparat keamanan sangat penting. Pembinaan pemain muda harus menjadi prioritas sebagai investasi masa depan,” ungkapnya.
Melalui momentum ini, Askot PSSI Kota Kediri berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat, klub, dan dunia usaha semakin kuat. Dengan sinergi tersebut, Kediri ditargetkan mampu melahirkan pemain potensial yang siap bersaing di level nasional hingga internasional. (CN)


