Kokurikuler SPANPA 2025: Jembatan antara Teori, Praktik, dan Pembentukan Profil Lulusan Secara Paripurna

Mengusung semangat SPANPA SMART (Sehat, Merdeka, Aman, Religius, Terpercaya),
SMP 4 Pasuruan Mengusung semangat SPANPA SMART (Sehat, Merdeka, Aman, Religius, Terpercaya) (Foto Istimewa)

PASURUAN – JATIM| SUDUTPANDANG. ID – SMP Negeri 4 Pasuruan kembali menghadirkan inovasi pendidikan bermakna melalui Program Kokurikuler Tahun Pelajaran 2025/2026, yang dilaksanakan mulai tanggal 3 hingga 8 November 2025. Program ini menjadi ajang pembelajaran lintas mata pelajaran yang berorientasi pada penerapan ilmu dalam kehidupan nyata. Mengusung semangat SPANPA SMART (Sehat, Merdeka, Aman, Religius, Terpercaya), kegiatan kokurikuler tidak hanya mengasah kecerdasan akademis, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan hidup, dan nilai-nilai kemanusiaan siswa secara utuh.

Kegiatan kokurikuler di SMP Negeri 4 Pasuruan dirancang sebagai jembatan antara teori dan praktik. Selama ini, pembelajaran di kelas sering kali berhenti pada tataran pengetahuan konseptual. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk keluar dari batas ruang kelas dan berinteraksi langsung dengan dunia nyata—belajar dari pengalaman, mengamati fenomena, mencoba berinovasi, dan merefleksikan hasilnya. Dengan demikian, setiap pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menyenangkan, dan bermakna.

Kokurikuler sebagai Laboratorium Profil Lulusan

Program kokurikuler SPANPA dirancang dengan mengacu pada kerangka Delapan Profil Lulusan, yaitu delapan dimensi kompetensi yang diharapkan dikuasai oleh setiap siswa pada akhir jenjang pendidikan. Delapan dimensi tersebut meliputi:

1. Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,

2. Kewargaan,

3. Penalaran kritis,

4. Kreativitas,

5. Kolaborasi,

6. Kemandirian,

7. Kesehatan, dan

8. Komunikasi.

Kerangka ini menjadi arah besar pendidikan di SMP Negeri 4 Pasuruan, yang berkomitmen membentuk lulusan secara paripurna—tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan keterampilan hidup yang relevan dengan tantangan masa depan.

Setiap kegiatan dalam pekan kokurikuler ini diintegrasikan dengan delapan dimensi tersebut. Siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritualitas, tanggung jawab sosial, kecakapan berpikir, kemampuan bekerja sama, serta menjaga kesehatan fisik dan mental.

BACA JUGA  Satgas: Positif COVID-19 Baru di Tangerang Melonjak Hingga 600 Kasus

Eksplorasi, Inovasi, dan Refleksi

Pelaksanaan kegiatan kokurikuler berlangsung selama satu minggu penuh. Rangkaian kegiatan terdiri dari eksplorasi materi melalui pengamatan langsung dan fieldtrip, kegiatan inovasi dan praktik, hingga refleksi pembelajaran.

Seluruh kegiatan difasilitasi oleh guru lintas mata pelajaran yang berkolaborasi, seperti Prakarya, IPA, IPS, PPKn, Bahasa Indonesia, dan Seni Budaya.

Melalui pendekatan lintas disiplin ilmu, siswa mendapatkan kesempatan untuk memadukan pengetahuan konseptual dengan pengalaman empirik. Misalnya, saat kelas 8 belajar tentang pengolahan ikan, mereka tidak hanya mempelajari nilai gizi ikan dari sisi IPA, tetapi juga menghitung biaya produksi dari sisi matematika, memahami nilai ekonomi dalam IPS, serta belajar membuat brosur promosi dari sisi Bahasa Indonesia.

Dengan demikian, kegiatan ini menjadi wadah kolaboratif antara guru dan siswa dalam menciptakan pembelajaran yang holistik dan kontekstual.

Tiga Tema Utama: JATRI, Ikan, dan MINAL

Untuk memperkuat identitas lokal dan semangat kewirausahaan, SMP Negeri 4 Pasuruan menetapkan tiga tema besar dalam pelaksanaan Kokurikuler 2025 ini:

1. Kelas 7: Aku Cinta Indonesia — “Jajanan Tradisional (JATRI) Warisan Negeri”

Siswa kelas 7 dikenalkan dengan berbagai jenis jajanan tradisional Nusantara. Mereka melakukan eksplorasi resep, praktik pembuatan, hingga mengenali makna budaya di balik setiap hidangan. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mencintai warisan kuliner Indonesia sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap budaya sendiri.

2. Kelas 8: Kewirausahaan — “Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Ikan”

BACA JUGA  Ini Pesan Nadiem Pantau PTM Saat Omicron Meningkat

Tema ini mengajak siswa untuk berinovasi dalam mengolah ikan sebagai sumber protein lokal. Siswa melakukan studi lapangan ke fish edupark, mengamati proses pengolahan ikan, kemudian menciptakan produk makanan bernilai jual. Selain mengembangkan jiwa kewirausahaan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya kreativitas, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan.

3. Kelas 9: Kearifan Lokal — “Minuman Herbal (MINAL)”

Siswa kelas 9 mendalami kearifan lokal melalui pembuatan minuman tradisional berbahan herbal. Mereka belajar tentang manfaat tanaman obat, cara pengolahan alami, hingga strategi pengemasan produk. Dari sini tumbuh kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, melestarikan budaya lokal, dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Ketiga tema tersebut dirancang agar sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Selain memperkaya wawasan budaya dan ekonomi, kegiatan ini juga menanamkan nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.

Puncak Kegiatan: Bazar Kokurikuler SPANPA 2025

Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah Bazar Kokurikuler atau Market Day SPANPA, yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 November 2025. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk karya siswa dari hasil pembelajaran selama sepekan.

Dalam bazar tersebut, setiap kelas menampilkan produk unggulan mereka: jajanan tradisional, olahan ikan, dan minuman herbal. Siswa berperan sebagai produsen, pemasar, sekaligus penjual. Mereka menyiapkan kemasan, menentukan harga, melayani pembeli, dan menghitung hasil penjualan.

Kegiatan bazar ini mengajarkan siswa tentang pentingnya tanggung jawab, etika berwirausaha, serta keterampilan sosial seperti melayani dengan ramah, berkomunikasi efektif, dan bekerja sama dalam tim.

Lebih dari sekadar kegiatan jual beli, Market Day SPANPA merupakan media pembelajaran kontekstual yang menghidupkan nilai-nilai secara nyata. Nilai gotong royong dan kreativitas terlihat dari semangat siswa bekerja sama dalam menata stan, menghias produk, hingga mempromosikan dagangan mereka dengan ide-ide menarik.

BACA JUGA  Mentan Selesaikan Curhat Peternak Kambing Madiun Sebelum Rapat Akhir Pekan

Kolaborasi Lintas Komponen: Sekolah, Komite, dan Komunitas

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan kokurikuler ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Guru, komite sekolah, dan orang tua berperan aktif dalam setiap tahap kegiatan. Bentuk kemitraan ini menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat membutuhkan kolaborasi semua unsur: sekolah, keluarga, dan masyarakat serta Dinas perikanan kota pasuruan,

Kokurikuler 2025 menjadi bukti bahwa SMP Negeri 4 Pasuruan terus berinovasi menciptakan pembelajaran yang relevan dengan zaman. Program ini menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai di atas kertas, tetapi tentang pembentukan manusia seutuhnya—cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Dengan semangat SPANPA SMART, seluruh warga sekolah berkomitmen menjadikan kegiatan kokurikuler sebagai budaya belajar yang menginspirasi dan berkelanjutan. Dari sekolah di jantung Kota Pasuruan inilah, lahir generasi yang tidak hanya mampu berpikir, tetapi juga mampu berbuat dan berbagi untuk kemajuan negeri.(ACZ)