Sunan Agung Menang KO atas Petinju Thailand

Petinju Indonesia Sunan Agung Amoragam tampil gemilang dengan mengalahkan petinju Thailand, Natha Phong Nuchap Hum, melalui kemenangan KO pada ronde kedua dalam ajang Pattimura International Big Fight 2026 di Jakarta. (Foto: AGF)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Petinju Indonesia Sunan Agung Amoragam tampil impresif dengan meraih kemenangan Knock Out (KO) atas petinju Thailand, Natha Phong Nuchap Hum, dalam laga kelas super bantam 55,3 kilogram pada ajang Pattimura International Big Fight 2026. Pertandingan yang berlangsung di Studio TVRI Pusat, Jakarta, Jumat (29/5/2026) malam itu berakhir pada ronde kedua setelah Sunan menunjukkan dominasi penuh sejak awal laga.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu hasil membanggakan bagi dunia tinju Indonesia sekaligus mempertegas kapasitas Sunan Agung sebagai salah satu petinju nasional yang memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional. Penampilan agresif yang ditunjukkan sepanjang pertandingan membuat lawannya kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya harus menyerah setelah menerima serangkaian pukulan keras dan akurat.

Sejak ronde pertama dimulai, Sunan langsung mengambil inisiatif serangan. Petinju peraih medali perunggu Asian Games 2018 itu tampil percaya diri dengan melancarkan kombinasi pukulan cepat yang berkali-kali menembus pertahanan Natha Phong Nuchap Hum.

Tekanan yang terus diberikan membuat petinju Thailand tersebut lebih banyak bertahan dan kesulitan menemukan ritme permainan. Sunan tidak memberikan ruang bagi lawannya untuk melakukan serangan balasan yang efektif.

Memasuki ronde kedua, intensitas serangan Sunan semakin meningkat. Dengan memanfaatkan keunggulan kecepatan dan akurasi pukulan, ia terus menekan lawan hingga akhirnya mampu menjatuhkan Natha Phong dan memaksa wasit menghentikan pertandingan melalui kemenangan KO.

BACA JUGA  Update Perolehan Medali Olimpiade Paris 2024, China Masih Perkasa

Sorak sorai penonton yang memadati arena pertandingan langsung pecah menyambut kemenangan petinju Indonesia tersebut. Hasil itu sekaligus menjadi salah satu kemenangan penting bagi kontingen tuan rumah dalam ajang yang mempertemukan petinju nasional dan internasional tersebut.

Usai pertandingan, Sunan mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan persiapan panjang yang dijalani selama beberapa bulan terakhir.

Ia menjelaskan bahwa sejak Februari 2026 dirinya menjalani program latihan intensif di Ciseeng bersama pelatih Kamanit yang merupakan bagian dari jajaran pelatih pelatnas tinju Indonesia. Selain itu, ia juga berlatih bersama sejumlah atlet nasional sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan internasional.

“Ini tidak luput dari hasil persiapan saya. Sejak Februari saya berlatih di Ciseeng bersama pelatih Kamanit dari pelatnas dan berlatih bersama atlet-atlet pelatnas untuk persiapan pertandingan ini,” ujar Sunan.

Menurutnya, program latihan yang terstruktur dan disiplin menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan fisik, teknik, serta mental bertanding. Persiapan tersebut juga membuat dirinya lebih percaya diri ketika menghadapi lawan yang memiliki pengalaman bertanding di level internasional.

Kemenangan atas petinju Thailand tersebut semakin memperkuat posisi Sunan sebagai salah satu petinju Indonesia yang patut diperhitungkan di kelas super bantam. Dengan usia yang masih produktif dan pengalaman bertanding yang terus bertambah, peluang untuk menembus level yang lebih tinggi dinilai terbuka lebar.

BACA JUGA  Pemprov Maluku Siap Dukung Tinju, Pattimura Big Fight Didorong Digelar di Ambon

Ajang Pattimura International Big Fight 2026 sendiri digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Pattimura ke-209. Event ini menghadirkan berbagai pertandingan tinju amatir dan profesional yang mempertemukan petinju Indonesia dengan atlet dari sejumlah negara.

Kejuaraan tersebut menjadi salah satu panggung penting bagi para petinju nasional untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus mengukur kualitas menghadapi lawan-lawan internasional.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang hadir langsung menyaksikan pertandingan memberikan apresiasi atas terselenggaranya event tersebut. Ia menilai Pattimura International Big Fight dapat menjadi sarana efektif untuk melahirkan petinju-petinju berbakat dari berbagai daerah, khususnya Maluku dan Maluku Utara.

Menurut Hendrik, Indonesia pernah memiliki sejarah besar dalam dunia tinju melalui sosok legenda Ellyas Pical yang berhasil menjadi juara dunia. Karena itu, ia berharap kompetisi seperti Pattimura International Big Fight mampu membuka jalan bagi lahirnya petinju-petinju baru yang dapat mengembalikan kejayaan tinju Indonesia.

“Banyak petinju berbakat yang membutuhkan kesempatan dan panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka. Event seperti ini sangat penting untuk mendukung proses pembinaan atlet,” katanya.

Sementara itu, Promotor Pattimura International Big Fight 2026, Nikolas Johan Kilikily, mengaku puas dengan jalannya pertandingan yang berlangsung sukses dan mendapat respons positif dari masyarakat.

BACA JUGA  Nikolas Kilikily Dorong Pembangunan Sasana Tinju di Daerah

Menurut Nikolas, keberhasilan para petinju Indonesia meraih kemenangan atas lawan-lawan internasional menjadi sinyal positif bagi perkembangan tinju nasional. Ia optimistis olahraga tinju Indonesia memiliki masa depan cerah apabila mendapatkan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak.

Sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan olahraga tinju, pihak promotor berencana menggelar kejuaraan dengan level yang lebih tinggi pada tahun mendatang. Kompetisi tersebut ditargetkan berada di bawah naungan organisasi tinju internasional seperti PABA maupun IBO.

Rencana tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi petinju Indonesia untuk meningkatkan peringkat dan pengalaman bertanding di level internasional.

Kemenangan Sunan Agung Amoragam atas Natha Phong Nuchap Hum menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia masih memiliki banyak petinju potensial yang mampu bersaing di kancah dunia. Dengan pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang berkelanjutan, peluang lahirnya petinju-petinju berprestasi internasional dari Indonesia semakin terbuka lebar. (09/AGF).